Minum Ramuan Rimpang-rimpangan saat Puasa Ramadhan Apakah Aman?
- Freepik
tvOnenews.com - Ramadhan identik dengan perubahan pola makan dan minum.
Dari yang sebelumnya bebas sepanjang hari, kini semuanya diatur hanya pada waktu sahur dan berbuka.
Perubahan ini sering memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait kebiasaan konsumsi herbal atau minuman kesehatan.
Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah mengenai ramuan rimpang-rimpangan seperti jahe, kunyit, sereh, dan madu.
Banyak orang telah lama menjadikan ramuan alami tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Selain dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh, minuman berbahan rimpang juga kerap dikaitkan dengan efek hangat, menenangkan, dan baik untuk pencernaan.

- Pexels/Yaroslav Shuraev
Lalu, bagaimana jika kebiasaan ini dilanjutkan saat puasa Ramadhan? Apakah aman dan tetap bermanfaat?
Pertanyaan ini pernah diajukan oleh salah satu jamaah kepada dr. Zaidul Akbar.
Ia menyampaikan kebiasaan mengonsumsi ramuan jahe, kunyit, sereh, dan madu, kemudian menanyakan apakah praktik tersebut tetap baik dilakukan selama berpuasa.
Menanggapi hal itu, dr. Zaidul Akbar memberikan penjelasan.
"Tidak masalah, silahkan saja. Malah baik dikonsumsi, terutama waktu malam menjelang tidur," tutur dr. Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTubenya.
Menurutnya, konsumsi ramuan herbal justru dapat memberikan manfaat bagi tubuh, khususnya dalam membantu proses pemulihan setelah seharian berpuasa.
Ramuan alami dinilai berperan dalam mendukung kesehatan sel-sel tubuh.
"Konsumsi itu sebagai bentuk kita membersihkan sel-sel tubuh kita yang teroksidasi," tambahnya.
Artinya, minuman berbahan rimpang tidak sekadar menjadi penghangat tubuh, tetapi juga dapat mendukung proses alami tubuh dalam menjaga keseimbangan dan kebugaran.
Waktu konsumsi pun tidak terbatas hanya pada malam hari.
"Termasuk ketika sahur, insyaAllah tidak masalah," lanjutnya.
Ini menjadi kabar baik bagi mereka yang terbiasa meminum herbal di pagi hari.
Sahur tetap menjadi waktu yang aman selama ramuan yang dikonsumsi tidak menimbulkan keluhan tertentu.
Menariknya, dr. Zaidul Akbar juga menyinggung soal variasi ramuan.
Menurutnya, keberagaman bahan alami bisa memberikan nilai tambah bagi kesehatan, selama tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.
Load more