- Pexels/Mohamad Tamer
Teks Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Menjemput Ramadhan dengan Ilmu dan Amal, Memahami Keutamaan Bulan Sya’ban
Bulan Sya’ban adalah kesempatan emas untuk menyempurnakan kewajiban sebelum Ramadhan tiba. Bagi siapa saja yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, hendaknya segera menunaikannya. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Aku mempunyai hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak bisa mengqadhanya kecuali di bulan Sya'ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Setelah kewajiban ditunaikan, barulah seorang Muslim memperbanyak amalan sunnah sesuai dengan kemampuannya.
Dari Abi Said al-Khudri r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama tujuh puluh tahun." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Namun Rasulullah juga mengingatkan:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian mendahului Ramadan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang telah terbiasa melakukan puasa, maka hendaklah ia berpuasa." (HR. Abu Dawud)
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan ilmu, keseimbangan, dan mengikuti tuntunan Nabi SAW, bukan semata-mata semangat tanpa bimbingan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan bulan Sya’ban sebagai bulan latihan ruhani, bukan bulan kelalaian, dan bukan pula bulan ritual tanpa dalil.
Semoga dengan memperbaiki niat dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang kuat dan hati yang bersih.
“Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, maka ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”
(QS. Thaha: 123)
Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan yang lurus, menerima amal ibadah kita, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersyukur.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
(gwn)
Sumber: Quran Kemenag, NU Online, muslim.or.id