- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Sejak Mualaf, Hercules Blak-blakan Sesumbar Tak Bisa Lihat Orang Kesusahan, Kata Ketua Umum GRIB itu...
tvOnenews.com - Perjalanan spiritual Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal harus terkoyak akibat permasalahan dihadapinya saat ini.
Alih-alih keputusannya menjadi mualaf semakin baik, Hercules saat ini harus digempur permasalahan bertubi-tubi buntut tuduhan aksi premanisme.
Status mualaf Hercules sempat dipertanyakan oleh seorang Jenderal mantan Kopassus, Letjend TNI (Purn.) Yayat Sudrajat.
Dengan amarahnya yang berapi-api, Yayat mengetahui Hercules sebagai sosok mualaf, bahkan dikenal preman insaf.
Akan tetapi, status Hercules telah hijrah menemukan jati dirinya dianggap tidak sesuai akibat gelagat sebagai preman berkedok pakaian organisasi masyarakat (ormas).
Hercules langsung menepis pernyataan tersebut, masih sesumbar memperlihatkan sisi kebaikannya membantu banyak orang susah.
Di satu sisi, Hercules yang telah memeluk agama Islam pada 1990 silam juga berkali-kali menceritakan keputusannya memilih mualaf.
Hercules menceritakan keputusan mualaf tersebut memiliki alasan kuat, salah satunya berkaitan dengan masa lalunya.
Cerita Mualaf Hercules saat Masih di Tanah Abang
- Antara
Pilihannya menjadi mualaf masih bergelut sebagai preman berbahaya di Tanah Abang. Ia menyampaikan hal itu saat diundang oleh Pak Karni Ilyas dalam program Karni Ilyas Club.
"Masih di Tanah Abang, belum keluar. Keluar dari Tanah Abang itu sekitar tahun 1997," ujar Hercules dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Senin (12/5/2025).
Senada dengan pengakuan istrinya, Nia Dania, Hercules mengatakan keinginan mualafnya setelah belasan tahun menikah.
Selain itu, Hercules mengatakan ia sudah resah dengan kegiatan di dunia hitam, walaupun namanya sudah tersohor dikenal preman berbahaya di Tanah Abang.
"Saya sudah capek batin dan hati saya dengan dunia hitam. Ya itu Pak, saya putuskan sudahlah," katanya.
Hercules Akui Tak Bisa Lihat Orang Lain Kesusahan
Seiring berjalannya waktu, Hercules yang dikenal menjadi preman, kini tengah berpegang teguh pada satu prinsip, yakni tidak ingin melihat orang susah.
"Saya selalu berpihak pada orang susah, saya tidak pernah mau lihat orang susah pak," ngakunya.
Hercules menjelaskan ia dan istri selalu menggelar santunan untuk anak yatim maupun kaum dhuafa sejak mualaf, walaupun kala itu masih bertarung dengan dunia hitam di Tanah Abang.