- ANTARA
Muri Catat Rekor Pelafalan Huruf Hijaiyah oleh 3.230 Santri RTQ
Apalagi, kata dia, dalam membaca Al-Qur'an mengandung nilai ibadah, maka ketika membacanya harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan ilmu bacaan Al-Qur'an, sehingga diperlukan pembelajaran Al-Qur'an dengan berbagai ilmu bacaan Al-Qur'an.
"Seperti makhorijul huruf yaitu tempat keluarnya huruf dan shifatul huruf yaitu sesuai dengan sifat-sifatnya huruf serta ilmu tajwid atau yang lainnya. Agar bacaan Al-Qur'an itu menjadi benar," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Rekor Muri Semarang Ari Andriyani menyampaikan harapan dengan metode Yanbu'a ini semakin mempermudah para santri dalam membaca Al-Qur'an dengan baik dengan benar, sehingga tercipta generasi Qur'ani.
"Kami juga memberikan apresiasi. Kami umumkan dan mengesahkan pembelajaran huruf hijaiyah dengan metode Yanbu'a oleh santri sebanyak 3.320 peserta resmi tercatat di Muri. Bukan hanya rekor nasional, tetapi juga dunia," ujarnya.
Kemudian Ketua Rekor Muri Semarang menyerahkan piagam dan medali rekor Muri kepada Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu'ul Qur'an KH Ulil Albab Arwani dan Ketua LMY Kabupaten Kudus Romadlon.
Hadir dalam acara tersebut, Wabup Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu'ul Qur'an Kiai Haji Ulin Nuha Arwani, KH Ulil Albab Arwani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Suhadi, Ketua Pengurus LMY Pusat KH Ahmad Faiz, Ketua PCNU Kudus KH Asyrofi Masyitho, dan Ketua PD Muhammadiyah Kudus.(ant/bwo)