- dok.AFC
Tak Disangka, Sosok Inilah yang Ditakuti Pemain Mualaf Ragnar Oratmangoen, Bahkan Kalah 'Galak' dari Sang Istri
"Di Timnas Indonesia, ada kebijakan penalti. Jika ada yang telat, harus membayar penalti," tegas Shin Tae-yong.
- dok.PSSI
Di sisi lain, nominal penalti yang diterapkan STY pernah bocor. Hal itu dijelaskan penyerang Timnas U-19, Saddam Gaffar.
Ia menceritakan Shin Tae-yong memberlakukan denda Rp1 juta untuk pemain yang tidak tepat waktu mengikuti latihan.
"Telat sedikit saja, langsung kena denda berupa uang. Nominal dendanya berbeda-beda. Kalau telat latihan, denda Rp1 juta. Telat kegiatan lain, dendanya Rp300 ribu. Paling jelek bisa dipulangkan dari timnas U-19," imbuh Saddam Gaffar.
Selain itu, Shin Tae-yong pernah mengaku agama dan budaya di Indonesia jadi salah satu tantangannya memilih Indonesia.
Hal ini sebagai penyesuaian dirinya sebagai pelatih, kalau mayoritas penduduknya (pemain) beragama islam.
Selain karena memang tertantang tapi juga mengasah dirinya hingga mampu membawa Timnas Indonesia ke Kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Saat saya baru datang, saya berusaha untuk memahami budaya Islam," ungkap Shin Tae-yong dikutip dari Sportalkorea.com.
"Bahkan ada seorang dokter beragama Islam di Jakarta. Saya pun mengundangnya untuk mendengar budaya Indonesia dan Islam selama sekitar tiga jam," sambungnya.(klw)