- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & iStockPhoto
Jangan Keliru Lagi, Buraq Kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj Bukan Kuda Terbang Ternyata Kata ustaz Adi Hidayat...
"Hampir semua masyarakat Makkah kala itu tak percaya, yang semula yakin mulai ragu. Kata Abu Jahal, tinggal satu orang lagi yang menyatakan percaya atau tidak dengan cerita Muhammad, yaitu Abu Kuhafah atau Abu Bakar. Jika Abu Bakar tak percaya juga, maka selesai sudah dakwah Muhammad," terangnya menjelaskan.
Abu Bakar kebetulan mendapat pertanyaan dari orang-orang yang tidak percaya peristiwa tak masuk akal ini. Beliau menjelaskan apa yang disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Abu Bakar tetap berpegang teguh percaya bahwa Nabi SAW benar-benar menuju bukit sebagai tempat titik mula terbang ke langit ketujuh.
UAH pun mengambil asal kalimat Buraq yang mengandung bahasa Arab, yakni barqun.
"Kata barqun bisa ditemukan di Surah Al Baqarah Ayat 20 yang berarti kilat," katanya.
Pendakwah kelahiran asal Pandeglang ini mengambil hadiss riwayat dari Imam Bukhari Nomor 3207 terkait spesifikasi atau ciri-ciri Buraq.
"Saya diperlihatkan dan dipersiapkan satu hewan tunggangan yang bukan bighol (hewan campuran kuda dan keledai, kuda paling tangguh di masa itu) tetapi lebih besar dari keledai, namanya Buraq." (HR. Bukhari)
UAH menyatakan buraq memang memiliki jenis kuda, meskipun ada campuran dengan bentuk hewan lain.
"Jadi, berdasarkan hadis ini, Buraq itu perawakannya tak setinggi kuda, tetapi lebih besar dari keledai. Lantas bagaimanakah kecepatannya? Ini dijelaskan lagi oleh Nabi Muhammad dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim Nomor 164, yaitu Buraq bergerak sekelebat pandangan," tuturnya.
"Jadi, dia begitu kita lihat ke satu gerbang dia sudah ada di situ. Kita lihat lagi ke satu galaksi dalam sekejap, dia sudah ada di situ. Jadi, pergerakannya sangat cepat bagaikan kilat," tandasnya.
(hap)