Dua Keuntungan Diraih saat Rajin Puasa
- Istimewa/viva.co.id
Jakarta, tvOnenews.com- Bagi umat muslim berpuasa dilakukan saat bulan Ramadhan kare menjadi kewajiban. Tidak untuk puasa Syawal.
- iStockPhoto
Puasa Syawal dalam Islam diketahui sebagai amalan sunnah. Sangat dianjurkan juga sama ahli agama, seperti Ustaz Adi Hidayat.
Sebagaimana keistimewaan puasa Syawal disampaikan dalam hadits utamanya diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh" (HR. Muslim no. 1164).
"Semoga kita termasuk golongan yang mampu menjaga ritme ibadah, meningkatkan amal, dan wafat dalam keadaan terbaik,” katanya dikutip dari laman pwnu, Senin (23/3).
- Istimewa/viva.co.id
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi disapa UAH ini menyampaikan adanya dua keuntungan bagi kita yang rajin puasa.
Dijelaskan dalam ceramahnya, kalau kebahagiaan yang akan diraih oleh orang yang berpuasa. Pertama, kebahagiaan saat berbuka dan merayakan Idul Fitri.
Kemudian kedua, kebahagiaan saat menghadap Allah dengan membawa pahala puasanya.
Menurutnya, kebahagiaan kedua inilah yang menjadi tujuan utama, terutama bagi mereka yang mampu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir hayat.
"Esensinya bukan sekadar angka, tapi bagaimana kita menjaga spirit Ramadan itu terus hidup selama sebelas bulan berikutnya,” jelas UAH.
Lebih lanjut, disampaikan juga UAH soal anggapan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal harus dilakukan secara berurutan.
Kendatinya, Ia menegaskan, puasa tersebut boleh dilakukan berturut-turut maupun terpisah, menyesuaikan kondisi masing-masing.
Sehingga penting, mengingat di bulan Syawal banyak agenda sosial seperti halal bihalal dan silaturahmi keluarga.
“Kalau ada jeda karena menghormati undangan atau silaturahmi, itu tidak masalah. Yang penting genap enam hari di bulan Syawal,” ujar wakil ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu.(klw)
Load more