- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & iStockPhoto
Jangan Keliru Lagi, Buraq Kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj Bukan Kuda Terbang Ternyata Kata ustaz Adi Hidayat...
Peristiwa ini memang membuat semua manusia bertanya-tanya, bahkan tidak bisa dimasukkan ke dalam akal saat Nabi Muhammad SAW terbang menuju Sidratul Muntaha.
Nabi Muhammad SAW saat itu bertemu dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha melalui perjalanan yang bermula dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
Perjalanan ini telah menjadi penjelasan dalam arti dari kalimat "Isra". Ada pun Miraj menunjukkan Nabi Muhammad SAW naik menujuu langit ketujuh agar tiba ke Sidratul Muntaha.
Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah dari Allah SWT agar umat Muslim tidak boleh meninggalkan pelaksanaan shalat lima waktu sehari semalam di semasa hidup mereka.
Dalam pembahasan ini akan mengacu pada buraq kerap kali disebut bahwa kendaraan digunakan Nabi Muhammad SAW berjenis kuda terbang.
Buraq merupakan sejenis hewan yang menggunakan jejak kaki belakangnya terangkat saat menaiki bukit telah dicantumkan Abu Ya'la dan al Bazzar dalam hadis riwayat dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu.
Ma'mar dari Qatadah menjelaskan dari hadis riwayat Anas Radhiyallahu 'Anhu terkait kehadiran buraq, seperti ini bunyinya:
"Pada malam Isra`, Buraq dihadirkan kepada Rasulullah SAW dalam keadaan sudah dilengkapi pelana dan tali kekang. Namun beliau kesulitan untuk menaikinya. Jibril pun berkata kepada Buraq, 'Apa yang menyebabkanmu bertingkah seperti ini? Demi Allah! Tidak ada seorang pun yang mengendaraimu yang lebih mulia daripada dia (Nabi Muhammad SAW).' Ia (Buraq) pun bersimbah keringat."
Sebagai pendakwah, UAH menerangkan ciri-ciri buraq sebagai hewan yang difasilitasi Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Miraj.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu menuturkan banyak yang tidak percaya Nabi Muhammad SAW mengenakan buraq bisa terbang menuju Sidratul Muntaha.
"Beliau naik ke Bukit Qubes dan bercerita kepada penduduk Makkah kala itu. Banyak yang tak percaya dan mengatakan Nabi Muhammad tukang kibul, pembohong. Abu Jahal senang sekali tuh, kesempatan banget buat dia untuk menjelek-jelekkan Rasulullah SAW," jelas dia.
UAH memaparkan bahwa hanya Abu Bakar yang percaya Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha sebagai penguat dakwah dilakukan oleh beliau menyampaikan perintah shalat lima waktu.