- Kurnia Syaifullah/tvOne
Kemegahan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Simbol Dominasi Islam di Tanah Melayu
Perekat Bangunan Menggunakan Putih Telur
Menurut Raja Hafiz, putih telur yang dipergunakan untuk merekatkan bangunan itu didatangkan dari pulau-pulau yang ada di sekitar Pulau Penyengat.
"Telur itu didatangkan untuk kebutuhan makan para pekerja. Yang dimakan hanya kuningnya saja," sebutnya.
Karena berlimpahnya putih telur yang tersisa, arsitek asal India kemudian mengumpulkan dan menjadikannya bahan perekat bangunan.
"Sebagian besar bangunan direkatkan menggunakan putih telur," jelas Raja Hafiz.
Keunikan lainnya, arsitektur Masjid Raya Sultan Riau Penyengat sangat sarat dengan simbol simbol ajaran agama Islam.
Tepat di depan bangunan utama masjid terdapat 13 anak tangga yang melambangkan 13 rukun shalat. Di masjid terdapat 5 pintu yang melambangkan rukun Islam, dan 6 jendela menggambarkan rukun iman.
Atap masjid berupa 13 kubah berbentuk bawang dan 4 menara yang ada di sudut bangunan. Jika digabungkan kubah dan menara berjumlah 17 yang melambangkan jumlah rakaat salat fardu.
Masjid Raya Sultan Riau Penyengat juga disebut merupakan bangunan masjid berkubah pertama di Nusantara.
Di dalam masjid juga terdapat Al Quran ditulis tangan oleh Abdurrahman Stambul pada tahun 1867.
Abdurrahman Stambul merupakan pemuda Pulau Penyengat yang disekolahkan Kerajaan untuk belajar Islam di Istambul Turki.
Menjadi Pusat Penyebaran Agama Islam
Sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang, Pulau Penyengat juga merupakan sebuah bandar, pusat perniagaan yang ramai dikunjungi. Pulau Penyengat berperan sebagai kesatuan politik dan budaya bercorak Islam.
Menurut Raja Hafiz, Pulau Penyengat di masa Kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang merupakan pusat penyebaran agama islam.
"Ini dibuktikan dengan banyaknya ulama besar yang hadir bahkan wafat dan dimakamkan di sini (Pulau Penyengat," ujarnya.
Beberapa ulama besar dimaksud diantaranya Habib Syech Bin Alwi Assegaf yang merupakan keturunan Rasulullah SAW.
Kemudian ada Syekh Syihabuddin Bin Syekh Arsyad Al Banjari yang makamnya berada di bagian belakang Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.
Pulau Penyengat sebagai pusat penyebaran agama Islam di kawasan Kerajaan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang disebut berlangsung pada masa kepemimpinan Raja Ja'far Yang Dipertuan Muda VI Kerajaan Riau-Lingga.