- Kolase tim tvOnenews
Ramai di Media Sosial, Thom Haye Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Seharusnya yang Gantikan adalah Evan Dimas: Usianya Sama-sama 31 Tahun!
tvOnenews.com - Keputusan John Herdman dalam menyusun skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 memicu perdebatan luas di media sosial.
Salah satu yang paling disorot adalah absennya Thom Haye dari daftar pemain. Padahal, gelandang berusia 31 tahun itu dikenal sebagai sosok kunci dalam mengatur ritme permainan Garuda.
Perbincangan semakin panas ketika sejumlah warganet membandingkan situasi tersebut dengan nama Evan Dimas Darmono.
Banyak yang menilai, dengan usia yang sama, Evan seharusnya bisa menjadi opsi pengganti Haye di lini tengah.
Opini ini ramai beredar, salah satunya dari unggahan akun Instagram @soccer__app yang menulis,
"Seharusnya Evan Dimas yang menggantikan peran Thom Haye saat dia tidak bisa tampil."
Situasi ini menjadi semakin menarik karena bertepatan dengan kiprah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Dalam turnamen tersebut, skuad Garuda harus puas menjadi runner-up setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.
Hasil ini membuat publik semakin mempertanyakan komposisi pemain yang dipilih Herdman, termasuk absennya sosok berpengalaman seperti Haye.
- Instagram @thomhaye
Alasan Thom Haye Tak Dipanggil
PSSI sebelumnya telah merilis daftar 41 pemain yang dipanggil untuk mengikuti FIFA Series 2026.
Namun, nama Thom Haye tidak tercantum dalam daftar tersebut, meskipun ia dikenal sebagai langganan tim nasional dan memiliki peran vital sebagai pengatur serangan.
Absennya Haye ternyata bukan karena faktor teknis atau performa. Ia harus menepi akibat sanksi dari FIFA.
Haye bersama Shayne Pattynama dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak empat pertandingan.
Sanksi tersebut merupakan buntut dari insiden saat melawan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, tepatnya pada 11 Oktober 2025.
Dalam laga yang berakhir 0-1 itu, kedua pemain dianggap melanggar Kode Disiplin FIFA karena menunjukkan perilaku tidak sportif terhadap lawan dan ofisial pertandingan.
Komite Disiplin FIFA juga menjatuhkan denda sebesar 5.000 Swiss Franc kepada masing-masing pemain. Dengan demikian, federasi harus menanggung total denda sekitar Rp206 juta.
Tanpa kehadiran Haye, lini tengah Timnas Indonesia dinilai kehilangan sosok dirigen yang mampu mengatur tempo permainan. Hal ini terasa dalam FIFA Series 2026, terutama saat menghadapi Bulgaria di laga penentuan.
Kekalahan 0-1 dari Bulgaria membuat Indonesia harus puas di posisi runner-up. Hasil ini tetap menunjukkan progres, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar terkait keseimbangan tim.
Sebagai pelatih anyar, John Herdman tentu ingin mencoba berbagai kombinasi pemain.
Namun, absennya pemain berpengalaman seperti Haye dianggap cukup memengaruhi stabilitas permainan, terutama dalam mengontrol pertandingan di momen krusial.
Nama Evan Dimas kembali mencuat di tengah polemik ini. Mantan kapten Timnas Indonesia U-19 itu memang sudah lama tidak tampil di level tertinggi, namun banyak yang menilai pengalamannya masih relevan.
Saat ini, Evan lebih fokus membina pemain muda di Sanggar Saraswati, Tulungagung. Meski begitu, ia tetap mengikuti dinamika sepak bola nasional dan menerima berbagai komentar publik dengan bijak.
"Kalau saya wajar saja ya, banyak orang berpendapat, itu bebas. Ya saya senang aja, lihat komentar, ada komentar seperti ini, seperti itu, bagi saya motivasi," ujar Evan.
Ia juga menambahkan, “Bagi saya motivasi untuk mengoreksi perjalanan saya, mungkin ke depannya bisa lebih baik lagi.”
Evan menegaskan bahwa makna “generasi emas” tidak hanya soal bermain di lapangan.
“Menurut saya generasi emas bukan tentang saya bermain bola saja, generasi emas adalah ketika kita bisa bermanfaat buat orang lain.”
Saat ini, ia tengah mengembangkan diri sebagai pelatih dengan lisensi C dan berencana melanjutkan ke lisensi B. Ia juga masih sesekali tampil di pertandingan tarkam sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat.
"Ya intinya saya sekarang ingin belajar dulu. Saya ingin belajar dulu karena apa ya, sangat penting," tegasnya.
Terkait kemungkinan kembali ke liga profesional, Evan mengaku masih mempertimbangkannya. “Ya, kalau itu masih perlu perenungan panjang.”
Perdebatan soal absennya Thom Haye dan kemungkinan kembalinya Evan Dimas menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap Timnas Indonesia.
Di satu sisi, ada kebutuhan akan pengalaman dan stabilitas. Di sisi lain, regenerasi tetap menjadi bagian penting dalam membangun tim yang kompetitif di masa depan. (udn)