news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gitaris Zendhy Kusuma & Pemilik restoran Bibi Kelinci Kemang sekaligus selebgram Nabilah O'Brien.
Sumber :
  • Kolase Instagram/@zendhy.kusuma/@nabobrien

Gitaris Zendhy Kusuma Bicara Jujur Sudah Gaduh di Restoran Bibi Kelinci Kemang Milik Nabilah O'Brien, Sesalkan Cyberbullying

Gitaris Zendhy Kusuma menyayangkan video rekaman CCTV di restoran Bibi Kelinci Kopitiam Kemang, Jakarta Selatan milik Nabilah O'Brien menimbulkan cyberbullying.
Minggu, 8 Maret 2026 - 21:19 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gitaris Zendhy Kusuma klarifikasi insiden dengan selebgram Nabilah O'Brien. Peristiwa itu terjadi di restoran Bibi Kelinci Kemang, Jakarta Selatan.

Kegaduhan antara Zendhy Kusuma dan istri, ERS dengan pegawai restoran Bibi Kelinci Kemang membuat Nabilah O'Brien menjadi tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Zendhy Kusuma pun angkat bicara terkait video rekaman CCTV memperlihatkan insiden keributan di restoran milik Nabilah.

Melalui Instagram pribadinya, Minggu (8/3/2026), Zendhy Kusuma menyayangkan rekaman CCTV tersebut merebak di media sosial. Dalam klarifikasinya, ia mengakui kala itu terpancing emosi.

"Saya tidak menutup mata bahwa, pada malam itu emosi saya terpancing," ungkap Zendhy Kusuma dikutip tvOnenews.com, Minggu.

Pada saat itu, insiden keributan tersebut berawal dari situasi yang didapatkan Zendhy dan keluarga. Ia mengaku ada kondisi tidak nyaman saat menunggu pesanan makanan.

Ia menjelaskan, kala itu pesanan makanan tak kunjung datang. Ia harus menunggu waktu cukup lama di sebuah restoran pada 19 September, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kondisi lapar dan kelelahan membuat emosinya meledak. Ketegangan pun tidak terelakkan karena tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak restoran.

"Ada sikap yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik," ucapnya.

Soal Pemilik Restoran Bibi Kelinci Kemang Sebar CCTV

Gitaris Zendhy Kusuma dan istri buka suara soal insiden di restoran Bibi Kelinci Kemang milik Nabilah O'Brien
Sumber :
  • Instagram/@zendhy.kusuma

Ia menyinggung terkait konteks di lapangan dan rekaman CCTV. Menurutnya, faktanya jauh berbeda.

Ia berpendapat masalah keributan tersebut seharusnya hanya urusan yang melibatkan antara dirinya sebagai pelanggan atau konsumen dan pihak restoran.

Ia mengetahui rekaman CCTV keributan tersebut telah menyebar luas di ruang jagat maya. Ironisnya, narasi yang merebak tidak memperlihatkan kondisi seluruhnya alias hanya berupa potongan video saja.

"Itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya merugikan banyak pihak," lanjut dia.

Sesalkan Keluarganya Kena Cyberbullying

Gitaris itu menyinggung adanya rekaman lain. Di dalamnya, terdapat konteks yang berbeda ketimbang potongan video yang menyebar luas untuk dikonsumsi oleh publik.

Ia menegaskan, di dalam rekaman itu menunjukkan dirinya datang ke restoran disertai niat baik. Tujuannya demi menyelesaikan perkara keributan hingga urusan membayar pesanan makanan seharga Rp550 ribu.

Itikad baik itu justru mendapat balasan buruk. Kata dia, pihak lain merespons tidak baik sehingga situasinya semakin tidak kondusif.

Akibatnya, Zendhy dan keluarga mengaku terus mendapat tekanan dari publik sejak video rekaman CCTV itu viral. Pihaknya memperoleh cyberbullying, mulai dari komentar negatif hingga serangan siber tanpa henti.

Zendhy juga menyayangkan ada pihak yang terus sengaja menyebar data pribadi. Hal ini membuat ia dan keluarga menyesali adanya cyberbullying.

"Yang kami sesalkan adalah ketika peristiwa tersebut berkembang jauh melampaui kejadian sebenarnya. Setelah video itu beredar, kami dan keluarga mengalami berbagai bentuk cyberbulling di media sosial," jelasnya.

Zendhy Kusuma Berusaha Minta Maaf

Lebih lanjut, ia menyampaikan fakta sebenarnya setelah kejadian tersebut. Ia dan keluarga menginginkan persoalan tersebut selesai.

Ia dan keluarga bahkan ingin menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak restoran. Ia juga ingin memenuhi kewajiban membayar makanan yang dipesan sebelumnya.

"Harapan saya sebenarnya sederhana, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus berkembang menjadi polemik besar," tegasnya.

Terkini, Zendhy mengabarkan, proses hukum perkara terjadi di restoran Bibi Kelinci Kemang masih berlangsung. Ia pun terus menghormati tindakan dari pihak aparat Kepolisian.

Dalam penutupnya, Zendhy berharap agar peristiwa ini tidak terulang lagi. Insiden itu menjadi bahan refleksi untuk publik, khususnya konsumen, pelaku usaha hingga pengguna media sosial.

"Belajar menjadi konsumen yang lebih baik, belajar menjadi pemilik usaha yang lebih bijak dalam menyikapi pelanggan, dan juga belajar menjadi netizen yang tidak mudah melakukan cyberbullying," tukasnya.

Jadi Tersangka Usai Diduga Jadi Korban Pencurian, Kubu Nabilah O'Brien Minta Gelar Perkara Khusus ke Bareskrim Polri
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Sebelumnya, perkara ini menghebohkan publik sejak Nabilah O'Brien curhat melalui unggahan video Instagram @nabobrien. Pemilik restoran Bibi Kelinci di Kemang, Jakarta Selatan itu mengungkapkan dirinya menjadi korban dugaan pencurian ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski menceritakan kronologinya. Insiden itu berawal dari ZK dan ESR yang datang ke restoran pada September 2025 sekitar pukul 23.00 WIB.

"Kemudian memesan 14 produk makanan dan minuman," kata Goldie.

Situasi di restoran berubah tegang karena pasangan suami istri (pasutri) itu gelisah menu makanannya tidak kunjung datang. Hal ini memicu keributan dengan pegawai.

ZK kemudian diduga melakukan pemukulan ke bagian tangan kepala dapur restoran. Bahkan gitaris itu diduga memukul pendingin di area dapur.

Pada pukul 00.00 WIB, keributan pun selesai dan pasutri itu meninggalkan restoran. Salah satu pegawai berusaha mengejar agar mereka membayar makanan yang dipesan sebelumnya.

Pada 20 Desember 2025, Nabilah pilih menyebar rekaman CCTV ke media sosial sebagai bahan pelajaran penting. Nabilah dan tim kuasa hukum bahkan sempat melayangkan somasi pada 24 September 2025.

Nabilah melaporkan insiden itu ke Polsek Mampang Prapatan. Namun ZK dan ESR melaporkan balik ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

ZK dinilai sempat memberikan kesepakatan damai. Namun Nabilah harus membayar ganti rugi sebesar Rp1 miliar.

Nabilah pun ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Februari 2026. Sementara, ZK dan ESR juga menjadi tersangka pada 24 Februari 2026.

Nabilah O'Brien meminta keadilan setelah menjadi tersangka. Peristiwa ini pun mendapat perhatian serius dan polisi akan menindaklanjuti kasus itu sesuai fakta penyidikan.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
02:32
06:19
12:51
01:04
03:54

Viral