- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @slametviabambangan
Berkaca dari Hilangnya Pendaki Syafiq Ali di Gunung Slamet, Mendaki Harus Siapkan Mental dan Persiapan Matang
"HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL"
"Sekilas terkesan ringan dan bercanda, tetapi jika dibaca lebih dalam, tersirat cerita tentang hati yang sedang tidak baik baik saja." dalam keterangan website.
Sehubungan kasus hilangnya Pendaki Syafiq Ali asal Magelang ini, mengingatkan kita pada pentingnya untuk menjaga mental dan mempersiapkan segala kesiapan dan keperluan mendaki secara matang.
Dijelaskan, jangan terjebak FOMO, atau melainkan takut tertinggal tren atau ingin diakui. Akibatnya, pendakian dilakukan tanpa persiapan memadai, padahal gunung adalah ekosistem ekstrem yang tak bisa disepelekan.
Bagi sebagian anak muda, atau sering kita sebut "Gen Z", gunung juga dijadikan tempat pelarian emosional. Padahal mendaik bukan solusi atas luka batin. Saat mental tak stabil, risiko salah mengambil keputusan pun meningkat, dan alam tak pernah berkompromi.
Merangkum laman, eigeradventure bahwa mendaki perlu memerhatikan kondisi tubuh sebelum naik gunung. Pastikan untuk rutin melakukan latihan fisik dan olahraga persiapan naik gunung, seperti jogging atau workout, agar tubuh semakin bugar, serta tidur yang cukup.
Juga perlu, mengenakan pakaian yang sesuai, seperti pakaian dengan bahan quick dry agar cepat kering, dan sepatu hiking.
Tidak melupakan membawa first aid kit, alat navigasi, senter, tabir surya, pisau lipat, perbekalan, pakaian, sleeping bag, jas hujan, korek api, dan kacamata hitam.(klw)