- kolase tim tvOnenews
Ruben Onsu Diam-diam Masih Simpan Perasaan ke Sarwendah? Ramalan Jeng Nimas Bilang Kalau Sebenarnya…
Dan ketika keraguan itu mulai berubah menjadi kenyataan, simbol angka tiga muncul, menandakan adanya keputusan yang akhirnya diambil Ruben.
Namun, keputusan itu rupanya tidak membuat semuanya menjadi lebih baik bagi dirinya secara emosional.
“Setelah angka dua di sini ada angka tiga. Jadi, keraguan-keraguan itu ingin diwujudkan untuk sebuah hubungan ini ya,” jelas Jeng Nimas.
Meski sudah memutuskan berpisah dan kini dikabarkan dekat dengan Desy Ratnasari, Jeng Nimas menilai bahwa perasaan Ruben terhadap Sarwendah masih tersimpan.
Sayangnya, ketegasannya dalam mengambil keputusan membawa beban tersendiri yang membuat hidupnya menjadi penuh tekanan.
“Cuman di sini dia sudah melangkah dan dia tegas akan mengambil sikap. Tapi dalam mengambil sikap itu pada akhirnya hidupnya dia merasa tertekan juga,” tutur Jeng Nimas.
Bahkan, keputusan Ruben yang kemudian memperlihatkan kedekatannya dengan Desy ke publik ternyata berdampak buruk pada hubungannya dengan anak-anak.
Menurut Jeng Nimas, muncul perasaan kecewa dari anak-anak, terutama karena video-video kedekatan Ruben dan Desy yang tersebar luas di media sosial.
“Setelah dia mengambil sikap berpisah dengan Sarwenda, kemudian dia banyak sekali tayangan-tayangan video yang mengunggah kedekatan dia dengan Desy dan itu memicu adanya perasaan-perasaan kecewa dari anak-anaknya kepada Ruben,” katanya.
Kondisi ini, menurut Jeng Nimas, menciptakan tembok emosional antara Ruben dan anak-anaknya.
Keintiman yang dulu terjalin perlahan mulai renggang, akibat dari keputusan-keputusan yang diambil dengan tergesa.
“Perasaan anaknya ini seakan-akan ada tembok pemisah antara ayah dan anak. Jadi tidak bisa sedekat dulu lagi karena anaknya sudah tahu terkait dari kedekatan dia dengan Desy yang diupload,” terang sang peramal.
Pada akhirnya, kata Jeng Nimas, Ruben harus siap menerima segala konsekuensi dari keputusan yang telah ia ambil, baik dalam hubungan maupun kehidupan pribadinya ke depan. (adk)