- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Sepak Terjang dan Sumber Kekayaan Hercules, Mantan Preman Tanah Abang yang Berseteru dengan Eks Panglima TNI, Tak Disangka...
tvOnenews.com - Nama Hercules kembali mencuat ke publik dan menjadi buah bibir belakangan ini, menyusul perseteruannya dengan Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI.
Konflik antara keduanya memancing perhatian luas, mengingat keduanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda namun sama-sama dikenal sebagai tokoh berpengaruh.
Sebelumnya, Gatot melontarkan kecaman tajam terhadap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya itu karena dinilai tidak menghargai sosok purnawirawan TNI AD sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
- Kolase tvOnenews
Pernyataan Hercules yang menyebut Sutiyoso sebagai "bau tanah" dianggap mencederai martabat para purnawirawan TNI dan Kopassus.
Mengenai kasus tersebut, Hercules pun sudah melayangkan permintaan maafnya terhadap Sutiyoso.
Namun, mantan preman legendaris tersebut memberi peringatan keras kepada Gatot Nurmantyo yang dinilai "cawe-cawe" dalam masalahnya.
Terlepas dari kasus tersebut, tak sedikit warganet yang penasaran tentang perjalanan hidup Hercules serta asal-usul kekayaannya.
Lantas, seperti apa sepak terjang Hercules hingga disebut sebagai salah satu tokoh berpengaruh?
- Kolase
Asal Mula Hercules Dijuluki Penguasa Tanah Abang
Jauh sebelum dikenal sebagai pemimpin organisasi masyarakat, nama Hercules sudah lebih dulu harum, atau tepatnya ditakuti di kawasan Tanah Abang, Jakarta.
Sejak era 1980-an, keberaniannya menguasai wilayah itu menjadikannya sosok legendaris di dunia preman ibu kota.
Ia tidak hanya dikenal sebagai preman, tetapi juga memiliki jaringan kuat, termasuk kedekatan dengan aparat keamanan.
Hercules berasal dari Timor Timur, dan dulunya dikenal pernah membantu operasi militer TNI atau disebut TBO (Tenaga Bantuan Operasi), terutama dalam hal logistik untuk pasukan elit Kopassus.
“Di sana saya membantu segala-galanya, hingga memegang gudang logistik Kopassus,” ungkapnya dalam buku Kick Andy Kisah Inspiratif.
Ia kemudian dikirim ke Jakarta untuk menjalani perawatan medis akibat luka serius, namun tangannya harus diamputasi.
Tidak betah di rumah sakit, ia kabur dan mulai hidup di kolong jembatan Tanah Abang, tempat yang kelak menjadi panggung awal pengaruhnya.