news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Top 3 Terpopuler: Sarwendah Jujur ke Boy William, Ha Hyun-jun Sebut Fisik Laos Setara Anak SMP, hingga Prama Arhan Disindir Media Korea.
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews.com

Top 3 Terpopuler: Sarwendah Jujur ke Boy William, Ha Hyun-jun Sebut Fisik Laos Setara Anak SMP, hingga Prama Arhan Disindir Media Korea

Deretan kabar terpopuler yang paling banyak dibaca sepanjang hari Sabtu (4/1/2025) di tvOnenews. Simak rangkuman ragam informasinya dalam artikel di bawah ini!
Minggu, 5 Januari 2025 - 08:10 WIB
Reporter:
Editor :

Di sisi lain, Ha Hyuk-jun kembali mengingat saat pertama kali dirinya bertemu dengan para pemainnya.

Ia menyebut, di Laos tak ada sistem kepelatihan yang sistematis sejak usia dini. Hal lain yang lebih mengejutkan, para pemain bahkan memiliki pekerjaan lain selain sebagai atlet profesional.

"Ketika pertama kali datang, saya bingung, saya tidak tahu harus mulai dari mana," kata Ha Hyuk-jun dikutip dari laman News1, Jumat (3/1/2025). 

Meskipun berstatus sebagai pemain tim nasional, namun kondisi fisiknya menunjukan bahwa tingkat kebugarannya setara dengan anak SMP di Korea Selatan.

Secara mental, pelatih Ha Hyuk-jun menyebut tim ini sangat lambat untuk bisa bangkit kembali.

Mulai dari pola makan hingga mental akhirnya dibenahi oleh Ha Hyuk-jun. Ia mengungkapkan, federasi kerap mengirim undangan pertandingan persahabatan ke negara lain, namun sering diabaikan.

"Saya mendengar bahwa meskipun anda mengirimkan surat resmi untuk laga uji coba, ada kalanya anda tidak mendapatkan tanggapan sama sekali," kata Ha Hyuk-jun. 

Baca selengkapnya: Tak Hanya Shin Tae-yong yang Dibuat Terkejut dengan Fisik Pemain Timnas Indonesia, Ha Hyuk-jun Sebut Fisik Laos Setara Anak SMP di Korea

Media Korea Selatan sindir Pratama Arhan yang punya skill di bawah standar

Pratama Arhan gagal total di Suwon FC
Sumber :
  • tvonenews.com - Julio Tri Saputra

 

Dilepas oleh Suwon FC, Pratama Arhan langsung mendapat sindiran dari media Korea Selatan yang menyebut pemain Asia Tenggara masih berada di bawah standar.

“Alasan kegagalan pemasaran di Asia Tenggara adalah karena kemampuan mereka masih di bawah standar,” ulas media Korea Selatan, Nate.

Dari segi pemasaran pun, yang berdampak hanya disisi pengikut media sosial, bukan penjualan yang bisa mendatangkan keuntungan finansial.

“Kemampuan mereka masih kurang bagus. Tidak ada pengaruh pemasaran yang signifikan, hanya peningkatan jumlah pengikut media sosial saat pertama kali bergabung,” tambah mereka.

Tak hanya itu, Nata juga mengungkap pernyataan pejabat klub Korea Selatan yang menyebut bahwa pemain Asia Tenggara memiliki gaji yang tinggi.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral