- Tangkapan layar / Instagram/@el_aduh.official
Sosok Kiai Usman Ali Sempat Hilang Tanpa Jejak Setelah Tertawai Pedagang Es Teh yang Diolok-olok Gus Miftah Muncul, Kini Nasibnya…
Usman Ali mengaku menyesal tidak segera menyampaikan klarifikasi setelah insiden tersebut.
- Tangkapan layar / Instagram/@el_aduh.official
“Saya ingin bertemu langsung dengan Sunhaji agar bisa meminta maaf secara pribadi. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya kami berbicara melalui video call,” ujarnya.
Permintaan maaf ini akhirnya diterima oleh Sunhaji dan keluarganya.
Meski begitu, keterlambatan ini tidak mengurangi sorotan negatif yang dialamatkan kepada Usman Ali.
Kiai Usman Ali mengaku insiden ini menjadi pembelajaran besar baginya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama di depan publik.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini membuka matanya tentang pentingnya menjaga empati, terutama terhadap masyarakat kecil.
“Saya harap, kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, termasuk saya pribadi, untuk selalu berpikir sebelum bertindak,” ungkapnya.
- kolase tim tvOnenews
Sementara itu, Gus Miftah sendiri sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Sunhaji.
Meski demikian, polemik ini telah mengantarkannya pada keputusan besar yaitu mengundurkan diri dari jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden.
Dalam konferensi pers, Gus Miftah mengakui bahwa dirinya menerima banyak masukan dan teguran yang membuatnya mengambil langkah tersebut.
Kasus ini menyisakan beragam tanggapan di masyarakat. Sebagian merasa permintaan maaf dari Gus Miftah dan Usman Ali terlalu terlambat, sementara yang lain berharap kejadian ini menjadi refleksi bagi tokoh agama untuk menjaga sikap dan ucapannya.
“Pemuka agama seharusnya menjadi contoh, bukan justru menjadi sorotan negatif,” komentar salah seorang warganet di media sosial.
Pada akhirnya, baik Gus Miftah maupun Usman Ali harus menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka.
- tangkapan layar x mazzini
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa status sebagai tokoh agama tidak hanya membawa kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga integritas di hadapan publik.