- Freepik
Tahukah Kamu, Bahasa Ibu Terpopuler di Eropa Ternyata Bukan Bahasa Inggris?
Program ini digelar demi memenuhi kebutuhan bahan ajar yang uptodate dan berbasis digital sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran.
“Selama ini kami mengajar menggunakan buku diktat saja. Sebagai guru kami ingin sekali bisa menghasilkan bahan ajar digital pendukung yang mudah diakses siswa sehingga memudahkan siswa memahami bahasa jerman,” kata Ketua MGMP Guru Bahasa Jerman Sidoarjo Jeki Purnami, S.Pd.
Para guru yang hadir nampak amat antusias mengikuti kegiatan workshop yang diisi oleh dua narasumber ahli di bidang pembelajaran Bahasa Jerman, yakni Dr Wisma Kurniawati, M.Pd dan Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang Dr Sri Prameswari Indriwardhani, S.Pd, M.Pd.
Wisma yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Guru Bahasa Jerman (IGBJ) berperan menyampaikan materi tentang tata cara penyusunan modul. Sementara Dr Sri Prameswari Indriwardhani, S.Pd, M.Pd pendampingan pemanfaatan platform digital.
Adapun platform yang digunakan untuk memudahkan guru membuat modul, antara lain aplikasi Canva, Flipsnack, dan beberapa aplikasi gratis lainnya.
“Guru-guru bisa dengan mudah menghadirkan modul yang mereka buat secara digital melalui canva misalnya, yang saat ini sangat mudah diakses dan digunakan,” kata Dr Sri.
“Template-nya sudah tersedia sehingga para guru tidak perlu mendesain sendiri, cukup fokus menyiapkan materi untuk konten modul,” tambahnya.
Dr Sri yang juga merupakan pengajar di Wisma Jerman sudah sejak lama mengembangkan bahan ajar berbasis digital.
Kegiatan workshop ini mendapat respons yang cukup baik dari para peserta. Bahkan peserta mengaku antusias mengikutinya. Itu terlihat dari reaksi, diskusi, dan interaksi selama pelatihan berlangsung. (amr)