- Ist
Melihat Cara Inggris Lawan Peredaran Vape Ilegal Lewat Pita Cukai Digital dan Pelacakan Produk, Indonesia Perlu Meniru?
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Inggris melalui His Majesty’s Revenue & Customs (HMRC) menunjuk konsorsium Cartor Security Printers (Cartor)- SICPA untuk memproduksi serta memasok pita cukai bagi produk vape yang diperkuat dengan fitur digital.
Hal ini menandai langkah baru Inggris dalam memperketat pengawasan terhadap peredaran rokok elektrik yang tidak lagi hanya mengandalkan stiker pita cukai, tetapi juga didukung sistem regulasi serta teknologi pelacakan produk atau track & trace. Sistem ini memungkinkan produk diverifikasi lebih cepat sekaligus melindungi konsumen dari peredaran vape ilegal.
Kebijakan tersebut muncul seiring pesatnya pertumbuhan pasar vape di Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan penggunaan di kalangan anak muda juga menjadi perhatian serius pemerintah. Di sisi lain, pemerintah berupaya menutup celah peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan, sembari tetap menjaga penerimaan negara, terutama ketika konsumsi rokok konvensional terus menurun.
Menariknya, skema tersebut tidak berhenti pada produksi pita cukai. HMRC juga mengarahkan agar ada pendekatan yang memudahkan untuk melakukan identifikasi cepat terhadap produk yang tidak sesuai ketentuan, sekaligus memberi visibilitas lebih baik pada rantai pasok produk yang legal. Bagaimana “cara kerja” sistem kerja sama ini? Agar mudah dicerna, singkatnya peran masing-masing pihak bisa diringkas begini:
- Cartor bertugas mencetak dan memasok pita cukai, juga menyiapkan fitur autentikasi forensik beserta perangkat pendukungnya yang disediakan oleh Spectra.
- Sementara SICPA melengkapinya dengan menambahkan fitur sekuriti material dan digital, sehingga memperkuat keandalan sistem melalui pengelolaan kode dan data dalam solusi track & trace yang terintegrasi. Solusi tersebut memungkinkan pengumpulan dan pengelolaan data serta pengawasan kepatuhan semua stakeholders di seluruh rantai pasok produk. Dengan kapabilitas digital market intelligence yang dimiliki, pola-pola yang mencurigakan dapat diidentifikasi dan potensi pelanggaran dapat dideteksi. Penggunaan alat khusus yang dibawa petugas dan aplikasi verifikasi yang ada di smartphone konsumen akan semakin mempersempit ruang gerak pelaku pelanggaran dan pemalsuan.
Melalui model ini, pita cukai berfungsi sebagai “tanda” di kemasan, sementara lapisan data digital membantu proses pemeriksaan dan penelusuran menjadi lebih rapi. HMRC menyebut pendekatan ini juga ditujukan untuk menghindari kelemahan penegakan yang pernah muncul di kategori cukai lain, dengan membuat verifikasi dan pelacakan lebih terstruktur.