- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Saham Perkapalan Melejit di Awal 2026, LEAD-HUMI Pimpin Reli di Tengah Prospek Energi Global
Jakarta, tvOnenews.com — Saham emiten perkapalan dan jasa angkutan laut langsung tancap gas pada hari perdagangan pertama tahun 2026, Jumat (2/1/2026). Penguatan signifikan ini melanjutkan tren positif yang telah terbentuk sejak akhir 2025, seiring munculnya sejumlah katalis baik dari dalam negeri maupun dinamika global.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, hingga pukul 10.58 WIB, saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memimpin penguatan dengan lonjakan 24,68 persen ke level Rp192 per saham. Kenaikan tajam ini menjadikan LEAD sebagai salah satu saham paling agresif di sektor transportasi laut pada awal tahun.
Di bawah LEAD, saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) turut mencatat lonjakan signifikan sebesar 22,48 persen ke posisi Rp316 per saham. Pergerakan HUMI semakin menarik perhatian investor karena terjadi di tengah peningkatan minat terhadap emiten yang memiliki eksposur ke sektor energi dan logistik maritim.
Tak hanya itu, penguatan juga terlihat pada sejumlah saham perkapalan lain. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) melesat 18,53 persen ke Rp3.710 per saham, disusul PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang naik 17,92 persen menjadi Rp250 per saham.
Daftar Saham Perkapalan yang Menguat di Awal 2026
Selain empat emiten utama tersebut, reli juga terjadi secara merata di sektor perkapalan, antara lain:
-
BULL naik 17,62 persen
-
SOCI menguat 15,46 persen
-
NELY naik 13,79 persen
-
TMAS terapresiasi 11,19 persen
-
SMDR menguat 10,71 persen
-
GTSI naik 9,59 persen
-
RIGS menguat 5,23 persen
-
WINS naik 3,74 persen
-
TPMA menguat 2,65 persen
Penguatan yang relatif serentak ini menandakan adanya sentimen sektoral yang kuat, bukan sekadar pergerakan saham individual.
Dorongan Global dan Energi Jadi Katalis Utama
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai, lonjakan saham-saham perkapalan tersebut bukan terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, pergerakan ini mencerminkan kombinasi faktor global dan domestik yang saling menguatkan.
“Kenaikan saham-saham perkapalan belakangan ini merupakan refleksi dari kombinasi siklus global industri pelayaran, dinamika komoditas energi, serta penyesuaian kebijakan dan struktur pasar di dalam negeri,” ujar Michael, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, faktor eksternal masih menjadi penopang utama prospek sektor perkapalan, khususnya terkait perdagangan energi global. Konflik geopolitik yang masih berlangsung di berbagai kawasan serta kebutuhan energi jangka menengah membuat arus perdagangan lintas negara tetap tinggi.