- Xinhua
AS Beri Diskon Tarif ke Tiga Negara Asia: Siapa Paling Diuntungkan dan Paling Terikat?
Jakarta, tvOnenews.com – Tiga negara Asia, yakni Indonesia, Jepang, dan Filipina, baru-baru ini menyepakati negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang menghasilkan pemangkasan tarif ekspor. Namun, setiap negara menghadapi konsekuensi dan kewajiban yang tidak ringan.
Indonesia menjadi negara pertama yang mengamankan pemangkasan tarif signifikan, dari semula 32% menjadi 19%. Disusul oleh Jepang yang mendapatkan tarif baru sebesar 15%, dan Filipina yang setara dengan Indonesia yaitu 19%.
Namun, di balik penurunan tarif tersebut, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi ketiga negara—khususnya Indonesia.
Indonesia: Diskon Tarif 13%, Tapi Wajib Buka Keran Impor AS
Indonesia tidak hanya mendapatkan penurunan tarif ekspor ke AS, tetapi juga harus memenuhi sederet kewajiban berat. Di antaranya:
1. Produk AS Masuk RI Bebas Tarif
Indonesia menyetujui penghapusan 99% hambatan tarif impor bagi produk industri, pangan, dan pertanian dari AS. Produk-produk tersebut akan masuk ke pasar domestik dengan tarif nol persen.
2. Transfer Data Digital ke AS
Dalam sektor digital, Indonesia diminta mengizinkan transfer data pribadi ke luar negeri, khususnya ke AS. Ini menjadi bagian dari upaya memperlancar perdagangan digital antarnegara.
3. Ekspor Nikel dan Tembaga ke AS
AS secara terbuka menyatakan akan mendapatkan pasokan mineral kritis dari Indonesia, seperti nikel dan tembaga—komponen penting dalam teknologi dan transisi energi hijau.
4. Pembelian Produk Pertanian AS
Pemerintah Indonesia melalui sektor swasta berkomitmen membeli produk pertanian dari AS sebesar US$ 4,5 miliar, mencakup kedelai, susu kedelai, gandum, hingga kapas.
5. Impor Energi dari AS
Indonesia juga akan membeli energi dari AS senilai US$ 15 miliar. Produk energi yang diimpor meliputi Liquefied Petroleum Gas (LPG), minyak mentah (crude), dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
6. Rencana Pembelian Pesawat Boeing
PT Garuda Indonesia tengah menjajaki pembelian 50 unit pesawat Boeing. Meski belum ada MoU atau pembayaran, komunikasi intensif dengan pihak Boeing sedang dilakukan.
Jepang: Investasi Raksasa, Tarif Mobil Dipangkas
Jepang mendapat penurunan tarif menjadi 15% dengan komitmen besar untuk berinvestasi di AS. Nilai investasi mencapai US$ 550 miliar atau sekitar Rp 8.951 triliun.
Tak hanya itu, tarif ekspor mobil Jepang ke AS yang semula 25% kini dipangkas menjadi 15%. Ini signifikan mengingat ekspor mobil adalah tulang punggung perdagangan Jepang ke Negeri Paman Sam.
Filipina: Tarif Turun, Komitmen Militer Jadi Bagian Kesepakatan
Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan pemangkasan tarif untuk Filipina menjadi 19% setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. di Gedung Putih.
Sebagai kompensasi, Filipina setuju untuk menerapkan tarif nol bagi barang-barang asal AS. Meskipun belum ada dokumen publik resmi, kerja sama militer turut menjadi bagian penting dari perjanjian. Hal ini tidak lepas dari posisi geografis Filipina yang strategis di Laut China Selatan.
Diskon Tarif Penuh Kompensasi
Diskon tarif dari AS memang terdengar menguntungkan di permukaan, namun di baliknya ada kewajiban besar yang harus dipenuhi negara-negara penerima. Indonesia, misalnya, harus membuka lebar pasar domestik untuk produk AS serta melakukan pembelian besar-besaran di sektor energi dan pertanian.
Dengan peta perjanjian ini, jelas bahwa AS tetap memegang kendali strategis dalam diplomasi dagangnya, bahkan saat "memberi diskon". (nsp)