- AP Foto
Bursa Global Menguat Didukung Harapan Perundingan Dagang AS-China dan Sentimen Positif Pasar
Jakarta, tvOnenews.com – Pasar saham global melonjak pada Jumat (2/5/2025) setelah munculnya sinyal positif dari potensi perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Sentimen investor membaik, meski sebelumnya sempat goyah akibat laporan keuangan mengecewakan dari raksasa teknologi seperti Apple dan Amazon.
Komentar Beijing Angkat Sentimen Pasar
Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa AS telah berulang kali menunjukkan kesediaannya untuk bernegosiasi terkait tarif. Beijing juga menegaskan bahwa pintu dialog tetap terbuka. Pernyataan ini memberikan angin segar bagi pasar yang sebelumnya tertekan akibat ketegangan perang dagang.
"China menunjukkan nada hati-hati dan menuntut agar AS menunjukkan 'ketulusan' jika ingin memulai pembicaraan dagang," ujar Matt Simpson, analis pasar senior di City Index.
Futures dan Indeks Saham Menguat
Pernyataan tersebut membantu memutar balik arah futures saham AS, yang sebelumnya melemah akibat Apple memangkas program pembelian kembali saham dan memperingatkan potensi tambahan biaya sebesar $900 juta akibat tarif.
-
Futures S&P 500 naik 0,8%
-
Futures Nasdaq naik 0,6%
-
Eurostoxx 50 futures melonjak 1,3% menandakan pembukaan kuat di Eropa
-
Indeks MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) naik ke level tertinggi sejak 25 Maret
-
Nikkei Jepang naik lebih dari 1%
-
Hang Seng Hong Kong melonjak 1,6%
-
Taiwan mencatat kenaikan tertinggi 2,4%
-
Pasar China daratan libur panjang
Ketidakpastian Tarif dan Tekanan Ekonomi
Pasar tetap waspada terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang tidak konsisten. Data ekonomi terbaru menunjukkan PDB AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sementara aktivitas manufaktur China menurun paling tajam dalam 16 bulan terakhir.
"Resesi bisa terjadi jika kenaikan harga memaksa konsumen mengurangi belanja dan perusahaan memangkas investasi," ujar Joseph Capurso, Kepala Ekonomi Internasional di Commonwealth Bank of Australia.
Dolar, Yen, dan Kebijakan BOJ
-
Yen Jepang sempat melemah ke level terendah sejak 10 April, terakhir berada di 145,26 per dolar AS
-
Indeks dolar menguat 0,4% dalam sepekan, terakhir di 100,02
-
Bank of Japan (BOJ) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan suku bunga
-
Fred Neumann dari HSBC menyebut ketidakpastian tarif bisa memberikan dampak tak langsung terhadap pertumbuhan Jepang