- Tim tvOne - Lucas Didit
Hingga Akhir Juli, Belasan Ribu Warga Gunungkidul Alami Kekurangan Air Bersih Akibat Kemarau
Gunungkidul, tvOnenews.com - BPBD Gunungkidul mencatat, saat ini sudah ada 7 kapanewon telah terdampak krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Sedangkan jumlah bantuan air bersih yang disalurkan langsung ke masyarakat sudah mencapai puluhan tanki.
Menurut Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno, kapanewon terdampak kekeringan saat ini meliputi Kapanewon Ponjong, Semanu, dan Gedangsari, Purwosari, Saptosari, Rongkop, dan Kapanewon Girisubo.
"Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah, seiring memasuki puncak musim kemarau. Dari data yang ada, saat ini jumlah warga terdampak mencapai 12.299 jiwa,” kata Subarno, Senin (31/7/2023).
Karenanya upaya penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan. Untuk tahun ini BPBD mengalokasikan 1.000 tanki air bersih, dan hingga sekarang sudah terdistribusi ke warga sebanyak 44 tanki.
“Jadi kuotanya masih banyak, tapi untuk permintaan bantuan harus ada permohonan resmi dan proses verifikasi. Hla ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran sendiri untuk penyaluran bantuan air bersih secara mandiri.
"Artinya bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul saja. Itubelum yang bantuan dari pihak swasta,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, memprediksi, memasuki bulan Agustus jumlah masyarakat terdampak masih bertambah.
“Makanya pendataan masih kami lakukan. Dan bantuan air bersih tersebut kan sifatnya hanya sementara,” katanya.
Hal ini tak lepas dari program jangka panjang, dimana sumber air dari sungai bawah tanah akan makin dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” nya. (ldhp/buz)