Dialog Khusus di Hari Kasih Sayang, Ajak Masyarakat Kenali Hubungan Asmara yang Sehat
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com – Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang tidak harus dirayakan dengan melakukan hal romantis bersama pasangan, namun bisa juga dengan hal lain seperti berdialog dan berdiskusi untuk lebih memahami hubungan yang dijalani.
Tepat pada Hari Kasih Sayang, Sabtu (14/2), acara Breakfast Talk: “Merawat Cinta agar Tak Selalu Siaga” digelar. Mengundang seorang psikolog klinis, Ranadhiya Pramudita sebagai pembicara, gelar wicara ini diselenggarakan oleh Hotel 1O1 Style Yogyakarta Malioboro dengan tujuan mengajak masyarakat lebih memahami hubungan percintaan yang sehat serta sebaliknya, hubungan toxic.
Dalam acara ini, narasumber membahas mengenai sejumlah permasalahan terkait hubungan asmara, dari kecemasan yang dialami pasangan dalam menjalani hubungan, hal-hal yang membuat pasangan menarik diri, hingga hubungan toxic. Terkait cara seseorang menjalani hubungan, Ranadhiya menyampaikan bahwa setidaknya ada dua hal yang harus dihandari, yaitu anxiety dan avoidant.
“Anxiety ini merupakan rasa cemas dalam menjalani hubungan, seperti kecemasan ditinggalkan pasangan. Sementara itu, avoidant membuat orang ragu untuk menjalani hubungan. Alasannya, dia merasa takut menjalin ikatan emosional dengan orang lain,” tuturnya.
Akan tetapi, Ranadhiya juga menegaskan bahwa tidak selalu orang yang enggan menjalani hubungan percintaan masuk dalam kategori avoidant. Bisa jadi, orang itu tidak menempatkan hubungan asmara sebagai prioritas.
“Ada orang-orang yang memang sedang tidak memprioritaskan hubungan dalam hidupnya. Bisa jadi dia sedang fokus pada pekerjaan atau studinya,” ucap Ranadhiya.
Breakfast Talk: “Merawat Cinta agar Tak Selalu Siaga” diselenggarakan pada Sabtu (14/2) pagi di AMERTA Restaurant, Hotel 1O1 Style Yogyakarta Malioboro. Sambil menyantap sarapan, puluhan tamu hotel terlihat mendengarkan pemaparan pemateri dalam acara ini. Selain itu, acara ini juga diikuti oleh masyarakat umum yang sebelumnya telah membayar registrasi sebesar Rp100.000. (Scp/Ard)
Load more