- tim tvOne - Lucas Didit
Dampak Kemarau, Krisis Air Bersih di Gunungkidul Makin Meluas
Gunungkidul, tvOnenews.com - Menyusul meluasnya dampak kemarau di Gunungkidul, sejumlah kapanewon mulai melakukan dropping air. Di Kapanewon Tepus, hingga akhir Juni ini, ditargetkan 60 tangki air disalurkan ke masyarakat di Kalurahan Purwodadi, Sidoharjo dan Kalurahan Tepus.
Menurut Panewu Tepus, Alsito, dropping air bersih sudah dimulai pada pertengahan Juni ini, setelah ada permintaan dari masyarakat.
“Jadi, setiap kemarau tiba, warga di 5 kalurahan di Tepus yang selama ini mengandalkan air tadah hujan mengalami kesulitan air bersih. Kami mengalokasikan anggaran hingga Rp. 76,5 juta untuk 450 tanki,” terang Alsito, Kamis (22/6/2023).
Namun demikian, dari 5 kalurahan tersebut, 2 kalurahan di antaranya, yakni Sumberwugu dan Giripanggung dimintakan bantuan air ke BPBD Gunungkidul.
Sementara itu, Panewu Anom Kapanewon Rongkop, Agus Pramuji mengungkapkan, untuk wilayahnya, dropping air baru akan dimulai akhir Juni ini, yakni di Kalurahan Melikan dan Pringombo.
“Untuk dropping air, kami alokasikan anggaran Rp 40 juta. Dengan anggaran tersebut, bisa diwujudkan menjadi 195 tanki air bersih. Jadi, sudah kami siapkan dan tinggal menyalurkan ke masyarakat,” kata Agus.
Pernyataan senada diungkapkan oleh Kepala Jawatan Kesejahteraan Sosial, Kapanewon Girisubo, Paelan. Dia mengatakan, pihak kapanewon sudah mengalokasikan anggaran Rp139,6 juta untuk dropping 698 tangki air bersih.
“Pendataan pengajuan bantuan masih kami lakukan, mudah-mudahan akhir Juni ini sudah bisa disalurkan ke masyarakat,” katanya.
Paelan juga mengaku bahwa tidak semua kalurahan bisa tertangani oleh kapanewon. Karena itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari BPBD Gunungkidul.
“Seluruh kalurahan di Girisubo yakni Kalurahan Songbanyu, Pucung, Tileng, dan Kalurahan Jerukwudel akan didropping oleh kapanewon. Sedangkan, untuk Kalurahan Balong, Jepitu, Nglindur, dan Kalurahan Karangawen diajukan bantuan ke BPBD,” jelasnya. (Ldhp/Ard)