- Pebri
Produk Pakan Hewan Sumsel Milik PT EMI Tembus Pasar Filipina, Mendag Lepas Ekspor Perdana
Ia juga menyebut program business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan sepanjang tahun lalu mencatat nilai transaksi sebesar US$134,8 juta, yang sebagian besar melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Kalau ekspor meningkat, ekosistem ekonomi kita juga ikut bergerak. Yang hidup bukan hanya perusahaannya, tapi seluruh rantai pasoknya,” katanya.
Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal
Sementara itu, Plant Direktur PT Evo Manufacturing Indonesia, Dimas Baskoro, menegaskan komitmen perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya lokal, baik bahan baku maupun tenaga kerja.
Hingga kini, perusahaan telah merekrut lebih dari 400 karyawan. Sebanyak 50 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Banyuasin dan 90 persen merupakan putra daerah Sumatera Selatan.
“Kami berkomitmen memberdayakan potensi lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun bahan baku. Ekspor ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar internasional,” ujar Dimas.
Ekspor perdana ke Filipina ini dinilai menjadi contoh awal pemanfaatan peluang pasar global yang masih terbuka luas bagi produk pakan hewan nasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Perdagangan bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Bupati Banyuasin, serta jajaran manajemen PT Evo Manufacturing Indonesia turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pakan hewan peliharaan sebagai bagian dari ekspansi perusahaan.
Dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun dan dukungan akses pasar melalui berbagai perjanjian dagang, sektor pakan hewan nasional diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya dalam struktur ekspor Indonesia.