- Tim Tvone/Yoga
Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Agussani Dilaporkan 2 Kasus di Polda Sumut
Kemudian, Dosen yang sejak tahun 2005 mengajar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini mengaku bahwa kedua laporan itu dilakukan secara terpisah.
Pertama dibuat laporan pengaduan dugaan melanggar tindak pidana UU nomor 13 tentang ketenagakerjaan pasal 185 ayat 1 junto pasal 90 ayat 1, sesuai dengan nomor STTLP/B/196/II/2023 tanggal 15 Februari 2023 dengan kerugiam Rp 84 Juta.
"Selanjutnya, mengenai dugaan penipuan dan penggelapan penggajian yang tidak sesuai. Pihak universitas melaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa gaji dosen mencapai Rp 3 juta. Padahal, kami dan saya terkhusus sebagai pelapor saat ini menerima merima gaji atau honor masih di bawah dari Rp 2 juta."
"Laporan ini tertuang dalam LP Polisi STTLP/B/288/III/2023 tertanggal 07 Maret 2023. Jadi, diduga terjadi penipuan atau penggelapan. Bahkan, sudah mendapatkan dokumen pendukung bahwa pihak universitas telah melaporkan bahwa dosen di universitas ini gajinya mencapai Rp 3 juta. Jadi, jelas terjadi dugaan penipuan," tegasnya.
Terakhir mereka menjelaskan kedatangan mereka pada Selasa Sore kemarin ke Mapolda Sumatera Utara dalam rangka mempertanyakan dua laporan yang telah diadukannya.
"Sebagai pelapor saya berharap kepada pihak Polda Sumatera Utara untuk segera menindaklanjuti laporan pengaduan resmi yang sudah kami buat dan diterima Polda Sumut ini. Kami juga berharap pihak universitas memperhatikan kesejahteraan kami," akhir Gunawan memberikan penjelasan.
Terpisah, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat, Bidang Humas Polda Sumatera Utara, AKBP Herwansyah Putra ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan pihak Polda Sumut akan berkomunikasi dengan penyidik yang menangani laporan ini.
"Saya akan berkomunikasi dengan pihak penyidik atau juru periksa yang menangani dua laporan tersebut. Pastinya, penyidik akan menindaklanjuti laporan pelapor. Namun, kami meminta agar pelapor bersabar. Penyidik akan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi pelapor terlebih dahulu nantinya," jawab Herwansyah Putra.(YSA/LNO)