- Idris Tajannang
Belum Sempat menjual Motor Curian Karena Belum Tahu Teknologinya, Residivis Malah Tertangkap Satreskrim Polres Takalar
Takalar, tvOnenews.com - Satreskrim Polres Takalar membekuk dua residivis pelaku pencurian motor atau Curanmor. Polisi mengungkap jika Kedua pelaku merupakan warga Kabupaten Gowa bernama Arifin alias Pipin (28) dan Risal Alias Bocco (20).
"Ada dua pelaku pencurian motor berhasil ditangkap. Kasus pencurian motor ini di dua TKP," ujar Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Agus Purwanto saat rilis di Mapolres Takalar, Kamis (6/4/2023)
Iptu Agus melanjutkan kasus pencurian motor terjadi tahun lalu di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda.
Kasus pencurian motor pertama dilaporkan di wilayah Kecamatan Mappasunggu, dimana korban melaporkan motornya dicuri di halaman masjid pada saat salat subuh.
"Di TKP pertama pelaku mencuri motor honda PCX. Motor ini pakai remot jadi waktu pelaku melancarkan aksinya dia mendorong motor milik korban hingga ke rumah pelaku," jelasnya.
Dijelaskan, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan Satreskrim Polres Gowa bersama Polsek Mapasunggu mendapatkan informasi keberadaan pelaku setelah lima bulan pengejaran.
"Alhamdulillah, setelah pengejaran 5 bulan, pelaku bernama Pipin berhasil kami tangkap. pelaku ditangkap di Gowa," kata perwira dua balok ini.
Dia membeberkan, jika Pipin bukan pertama kali melancarkan aksi pencuriannya. Dia sudah dua kali melakukan pencurian motor di wilayah Takalar.
Berkat penangkapan Pipin, pelaku Risal alias Bocco, juga terungkap.
Risal alias Bocco sendiri telah buron selama 8 bulan lamanya dan juga terlibat sejumlah kasus pencurian kendaraan sepeda motor di Kabupaten Takalar.
"Iya keduanya pelaku residivis. Kita tangkap keduanya berkat kasus pipin," bebernya.
Adapun barang bukti yang diamankan dua unit motor. Di antaranya motor yang dicuri pelaku bermerk honda PCX dan satu motor lainnya yang digunakan pelaku saat melakukan pencurian.
"Barang bukti motor kami amankan dari rumah pelaku. Belum sempat dijual oleh pelaku Arifin alias pipin karena motor tidak bisa dinyalakan sebab motor ini pakai remot jadi tidak bisa bunyi, sehingga pelaku hanya menyimpan motor itu selama 5 bulan lamanya dan dia meninggalkan kampung halamannya," ujarnya.
Sedangkan hasil curian motor Honda Beat yang dicuri Risal alias Bocco telah dijual dengan harga Rp. 650 ribu.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku disangkakan pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (itg/mtr)