news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sebanyak 74 warga binaan Lapas Surabaya bebas pada Selasa (15/11)..
Sumber :
  • tvOne - khumaidi

74 Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya Hirup Udara Bebas

Sebanyak 74 warga binaan Lapas Surabaya bebas pada Selasa (15/11). Diantaranya 51 warga binaan bebas bersyarat dan 23 lainnya berstatus bebas murni.
Rabu, 16 November 2022 - 10:27 WIB
Reporter:
Editor :

Sidoarjo, Jawa Timur - Sebanyak 74 warga binaan Lapas Surabaya bebas pada Selasa (15/11). Diantaranya 51 warga binaan bebas bersyarat dan 23 lainnya berstatus bebas murni.

Hal itu dikonfirmasi Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji. Menurutnya, banyaknya jumlah warga binaan yang bebas disebabkan beberapa hal.

“Salah satunya karena diberlakukannnya UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan telah terbitnya petunjuk teknis (juknis) tentang pemenuhan hak bersyarat terhadap warga binaan,” ujar Zaeroji.

Pada Pasal 10 UU Pemasyarakatan, lanjut Zaeroji, menjelaskan seluruh warga binaan berhak mendapatkan hak yang sama. Seperti hak integrasi seperti cuti bersyarat (CB), pembebasan bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB) maupun hak remisi.

“Terkecuali warga binaan yang divonis dengan seumur hidup maupun mati,” ujarnya.

Karena merupakan hak bersyarat, tutur Zaeroji, hak tersebut baru bisa didapat dengan menjalankan kewajiban selama di lapas yaitu dengan menaati peraturan tata tertib, mengikuti program pembinaan secara tertib, memelihara peri kehidupan yang bersih, aman, tertib dan damai serta menghormati hak asasi setiap orang.

“Tidak hanya itu, syarat lain yaitu telah menunjukkan penurunan risiko melalui assessment,” lanjut pria kelahiran Samarinda itu.

Sementara itu, warga binaan yang bebas murni mayoritas telah selesai menjalani masa hukuman subside, sempat mendapat remisi umum kemerdekaan RI, namun mereka tidak menjalankan pidana tambahan seperti membayar denda. Rata-rata masa subsider yang harus dijalani selama tiga bulan.

“Mereka banyak yang sebenarnya bisa bebas pada 17 Agustus 2022 karena mendapat remisi umum, namun karena masih ada denda yang belum dibayar, sehingga harus menjalani subsider,” terangnya.

Zaeroji menegaskan bahwa layanan kepengurusan integrasi maupun remisi tersebut gratis. Karena semua proses otomatis berdasarkan sistem database pemasyarakatan.

“Pelayanan kepengurusannya gratis, jika masyarakat menemukan penyimpangan, segera laporkan ke kami, akan segera kami tindaklanjuti,” terang Zaeroji.

Sementara itu, Jalu Yuswa Panjang selaku Kalapas Kelas I Surabaya mengungkapkan rasa bahagianya. Karena bisa melihat warga binaanya bisa bebas dan bertemu kembali keluarganya.

"Sampaikan salam hormat saya kepada keluarga, perbaiki komunikasi dengan mereka, dan jangan lupa minta maaflah kepada orang tua," ujar Jalu.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral