- tim tvOne - miftakhul Erfan
Berkedok Pembuatan Hand Sanitizer, Polisi Gerebek Rumah Produksi Arak Jowo di Madiun
Sementara itu, Setyo Margono, Kepala Desa Sidomulyo mengaku, kecolongan atas digrebeknya rumah industri arak jowo di desanya. Warga mengaku tidak curiga atas aktivitas di rumah tersebut lantaran awal izinnya sebagai rumah produksi hand sanitizer.
“Menurut warga mereka sering lewat sini namun aktivitas nyabtidak kelihatan karena sering tutup jadi tidak tahu kegiatan semacam ini, sehingga kita kecolongan lah atas adanya produk si miras di desa ini ," kata Setyo Margono.
Menurut Kepala Desa Sidomulyo, Setyo, memang awalnya pemilik mengaku mengontrak rumah untuk pembuatan bahan baku hand sanitizer, jadi warga tidak menaruh curiga. Karena harapanya jika sudah berjalan maka tenaga kerjanya bisa diambil dari warga lingkungan setempat.
“Kalau informasi yang saya peroleh dari pak RT dan Bu Kasun, itu pertama memang mau ada kegiatan pembuatan hendsanitizer. Nah pada kondisi covid ini kita kan malah seneng jika ada kegiatan seperti itu, karena sesuai komitmen nantinya tenaga-tenaganya diambil dari lingkungan sehingga bisa menyejahterakan lingkungannya. Ternyata aplikasi dilapangan tidak seperti itu," pungkas Setyo
Atas pengungkapan kejadian tersebut, polisi menjerat pemilik dan pelaku produksi miras jenis arak jowo ini dengan pasal 140 dan 142 UU RI nomor 18 tahun 2022 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Selain menyita barang bukti dan menyegel rumah industri miras, polisi juga mengamankan 5 orang pekerja ke Mapolres Madiun Kota guna proses hukum lebih lanjut. (men/mg1/chm)