news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Perayaan hari raya unduh-unduh yang digelar oleh GKJW Mojowarno, Jombang.
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Tradisi Unduh-Unduh di Jombang: Ungkapan Syukur Lewat Budaya yang Tetap Lestari Sejak 1930-an

Sebagai wujud syukur atas hasil panen, Gereja Kristen Jawi Wetan Jombang menggelar Hari Raya Unduh-Unduh pada Minggu (11/5). Acara ini berlangsung meriah dan sarat makna budaya.
Minggu, 11 Mei 2025 - 16:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com - Sebagai wujud syukur atas hasil panen, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, kembali menggelar tradisi tahunan Hari Raya Unduh-Unduh pada Minggu (11/5). Acara ini berlangsung meriah dan sarat makna budaya.

Tradisi Unduh-Unduh yang telah berlangsung sejak era 1930-an ini tetap eksis hingga kini sebagai warisan budaya Kristen Jawa. 

Pagi hari, delapan gerobak hias yang membawa patung Yesus dan Bunda Maria diarak sejauh satu kilometer. Arak-arakan tersebut turut membawa aneka hasil bumi seperti sayur-mayur, buah-buahan, bahan pokok, makanan tradisional, bahkan hewan ternak.

Sesampainya di halaman GKJW Mojowarno, peserta disambut dengan tari unduh-unduh sebagai simbol persembahan panen kepada Tuhan. Arak-arakan juga diiringi alunan musik tradisional dari tabuhan lesung, alat penumbuk padi yang biasa digunakan nenek moyang di musim panen.

Prosesi dilanjutkan dengan ibadah Hari Raya Unduh-Unduh yang dikemas dalam nuansa budaya Jawa. Jemaat mengenakan batik, sementara pengurus gereja memakai pakaian adat lengkap dengan blangkon. Musik pengiringnya pun tetap menggunakan gamelan, menambah kekentalan suasana budaya lokal.

Puncak acara diisi dengan lelang hasil bumi yang sebelumnya diarak dan didoakan. Hasil lelang yang mencapai puluhan ribu hingga jutaan rupiah terutama dari lelang hewan ternak akan digunakan untuk mendukung kegiatan gereja setempat.

“Seru sih. Ada arak-arakan juga. Pemuda-pemudanya juga kreatif-kreatif. Saya sangat senang bisa menyaksikan tradisi ini. Meriah dan sarat nilai budaya,” ungkap Jasmine Daniella warga yang hadir melihat tradisi itu.

Warga dan jemaat GKJW Mojowarno berharap tradisi Unduh-Unduh ini bisa terus dilestarikan dan menjadi ikon budaya harmoni antara iman dan kearifan lokal di Jombang.

Sementara itu, Majelis GKJW Mojowarno Rudi Prasetyo Adi mengatakan bahwa acara ini adalah bentuk nyata rasa syukur dan bentuk pelestarian budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Ini adalah bentuk ungkapan syukur atas penyertaan tuhan terhadap kami. Semoga tradisi ini bisa dinikmati dan dilestarikan sampai anak cucu kami kelak,” paparnya. (roi/ias)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral