- Tim tvOne - Mohammad Hamzah
Bupati Tegal Pastikan Wisata Guci Aman, Pancuran 13 dan 5 Masih Ditutup Pasca Banjir Bandang
Kabupaten Tegal, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan kawasan Obyek Wisata Guci kembali aman dikunjungi pasca banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut.
Meski demikian, dua titik kolam pemandian air panas, Pancuran 13 dan Pancuran 5, masih ditutup sementara karena tertimbun material lumpur dan pasir.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, secara umum aktivitas wisata di Guci telah berjalan normal. Ia menegaskan dampak banjir bandang tidak merusak seluruh kawasan wisata.
“Secara umum kondisi wisata Guci aman. Aktivitas wisata sudah kembali berjalan, dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk berkunjung,” kata Ischak saat meninjau lokasi, Minggu (21/12/2025).
Menurut Ischak, banjir bandang yang terjadi akibat luapan Sungai Gung hanya berdampak pada area bantaran sungai dan dua titik pemandian air panas.
“Dampak banjir ini tidak meluas. Yang terdampak hanya di sekitar bantaran Sungai Gung, khususnya Pancuran 13 dan Pancuran 5,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pancuran 13 yang menjadi ikon wisata Guci mengalami kerusakan cukup serius karena tertimbun material lumpur, pasir, batu, hingga pipa air panas yang terbawa arus dari lereng Gunung Slamet.
“Material yang terbawa cukup banyak, ada lumpur, pasir, batu, sampai pipa air panas. Karena itu, Pancuran 13 belum bisa difungsikan dan harus dibersihkan secara menyeluruh,” jelas Ischak.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah daerah mengerahkan petugas gabungan serta alat berat ke lokasi terdampak.
“Kami turunkan alat berat untuk mengangkat material banjir di Pancuran 13. Pembersihan dilakukan bertahap dan melibatkan TNI, Polri, BPBD, pengelola wisata, serta masyarakat,” katanya.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Pancuran 5. Namun, proses pembersihan di lokasi tersebut masih dilakukan secara manual.
“Pancuran 5 juga terdampak, kolamnya tertutup lumpur dan pasir. Untuk sementara pembersihan dilakukan manual oleh relawan dan stakeholder terkait,” tambahnya.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Bupati Tegal menegaskan bahwa faktor keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Keselamatan wisatawan adalah yang paling utama. Karena itu, dua titik pemandian ini kami tutup sampai benar-benar aman untuk digunakan,” tegas Ischak.
Ia juga memastikan wahana dan fasilitas wisata lainnya di kawasan Guci tetap beroperasi dan aman dikunjungi.
“Di luar dua titik tersebut, wahana dan fasilitas wisata lain tetap bisa dinikmati. Kami pastikan pengelolaan dan pengawasan terus dilakukan,” ucapnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiagakan personel gabungan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk siaga di lapangan, memantau kondisi, dan menjamin keamanan pengunjung,” pungkas Ischak. (mdh/buz)