Selat Hormuz Sulit Dilintasi, Segini Tarif Untuk Melewatinya
Jakarta, tvOnenews.com - Blokade Selat Hormuz oleh Iran di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel memicu gangguan serius terhadap pasokan energi global.
Jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari itu kini mengalami hambatan, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia dan memicu tekanan inflasi di berbagai negara.
Di tengah situasi tersebut, Parlemen Iran dilaporkan tengah mengkaji kebijakan pemberlakuan tarif atau biaya tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjamin keamanan pelayaran sekaligus menegaskan otoritas Iran atas jalur strategis tersebut.
Sejumlah pejabat Iran menyatakan kebijakan itu mengacu pada praktik umum perdagangan internasional, di mana jalur logistik yang berada dalam pengawasan suatu negara dapat dikenakan biaya sebagai kompensasi atas keamanan.
Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyebut beberapa kapal telah diminta membayar biaya melintas hingga sekitar 2 juta dolar AS atau setara Rp33 miliar.
Sementara itu, kondisi di lapangan dilaporkan menunjukkan sekitar 2.000 kapal tertahan di kedua sisi selat akibat ketidakpastian kebijakan dan situasi keamanan.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional, Arsenio Dominguez, membenarkan adanya antrean kapal tersebut, yang mencerminkan operator pelayaran global memilih bersikap lebih berhati-hati.
Dampak gangguan distribusi energi ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak dunia melonjak hingga melampaui 100 dolar AS per barel, atau naik sekitar 40 persen dibandingkan sebelum konflik.
Kenaikan harga tersebut mendorong sejumlah negara, khususnya di kawasan Asia, melakukan penyesuaian seperti pembatasan konsumsi bahan bakar dan pengurangan produksi industri.
Dalam konteks diplomatik, Iran juga dilaporkan menjadikan pengakuan atas otoritasnya di Selat Hormuz sebagai salah satu syarat dalam upaya mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.