- Kita Garuda - YouTube Samuel Christ
Coach Justin Akhirnya Ngaku Lebih Pilih Pelatih Belanda Ketimbang Shin Tae-yong: Gua Bilang sama Erick Thohir ...
tvOnenews.com - Pandit senior Coach Justin akhirnya bukan-bukaan mengenai pembicaraan yang terjadi sebelum pemecatan serta calon pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
pandit sepak bola itu mengaku pernah berdiskusi langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan menyampaikan bahwa ia lebih mendukung pelatih asal Belanda untuk menangani skuad Garuda senior, dibanding mempertahankan Shin Tae-yong.
Nama Shin Tae-yong kembali perbincangan hangat usai Gerald Vanenburg gagal membawa Timnas Indonesia U-23 tampil di Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi.
Hal itu memicu reaksi dari sejumlah penggemar, dan masih menyayangkan pemecatan dari Shin Tae-yong yang terjadi di awal tahun 2025.
Lewat kanal YouTube Ruang Publik, pandit sepak bola itu dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut dirinya justru mengapresiasi kinerja sang pelatih Korea Selatan selama menangani Timnas Indonesia.
Bahkan, ia sempat menyebut Shin layak dibuatkan patung atas jasanya memotong generasi dan membangun fondasi kuat untuk tim Garuda.
Namun begitu, Coach Justin juga menggarisbawahi titik stagnasi yang dialami Shin Tae-yong di level tim senior.
- Kolase tvOnenews.com | Tim tvOnenews.com - Julio Trisaputra
Ia mengaku pernah berdiskusi langsung dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir soal kemungkinan merekrut pelatih asal Belanda, karena dinilai lebih sesuai dengan kultur mayoritas pemain Indonesia yang kini bermain di Eropa.
"Akhirnya Kluivert datang, mau gak mau kita dukung, kenapa? karena ini pilihan PSSI, apakah gua pilih pelatih Belanda? iya," ungkap Justin dilansir dari kanal Youtube Ruang Publik.
"kasih gua satu video di mana gue jelek-jelekin Shin Tae-yong, satu saja. Nggak pernah gua jelek-jelekin Shin Tae-yong," ujarnya.
"Bahkan gue appreciate, kalau perlu bikin patung untuk Shin Tae-yong. Sampai detik i don't care bikin aja nggak ada masalah," ujarnya.
Pandit bernama lengkap Justinus Lhaksana itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan Shin Tae-yong di skuad Timnas Indonesia sangat benar, seperti potong generasi yang dirasakan sampai sekarang.
"Potong generasi, sampai ke senior. Di situ menurut gue dia stuck, enam match, satu menang enam poin," tuturnya.
Dalam situasi tersebut, Coach Justin mengaku berdiskusi dengan Erick thohir.
"Di situlah Erick Thohir diskusi sama gue, 'gimana kalau kita datangin pelatih Belanda?', Oh gua dukung, kenapa gua dukung, karena budayanya sama dengan mayoritas pemain yang jadi starter,
"Yang kedua adalah bahasa yang sama, ketiga semua orang Belanda bisa bahasa inggris, which is komunikasi gampang langsung ke pemain," tuturnya.
Sementara untuk pemain lokal, hampir semuanya tidak ada kendala untuk berbahasa inggris, hal itu pernah ditanyakan oleh Coach Justin.
"Marselino dan Ernando gua pernah tanya, bahasa inggris, nggak masalah, komunikasi at least bisa, mungkin grammar nggak terlalu bagus. Tapi komunikasi bisa," tuturnya.
"Atas dasar itulah, kenapa gua setuju dengan (rekrut pelatih Belanda). Bukan karena Shin Tae-yong jelek," pungkasnya.
Coach Justin menegaskan bahwa dirinya mendukung untuk direkrut pelatih Belanda, bukan karena Shin Tae-yong tidak bagus.
"Tapi gua lihat di senior, kalau elu udah lima tahun, elu enam kali main, cuma 6 poin, ya harus ada yang diubah, dan berubah saat itu juga gua bilang, nggak bisa nunggu lama," jelasnya.
- Tangkapan Layar YouTube Justinus Lhaksana
Kemudian, Patrick Kluivert resmi diumumkan oleh Ketua Umum PSSI sebagai sosok pelatih baru Timnas Indonesia, pengganti Shin Tae-yong.
"Dirubahlah Kluivert, Kluivert hebat? nggak, tapi tidak pertandingan 6 poin juga, yang membuat kita lolos ke round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026," tuturnya.
"Nah, jadi sejauh ini apakah berhasil? at least lebih bagus di atas kertas dari sisi prestasi lebih bagus, pelatih kan dinilai dari prestasinya," ujarnya. (Ind)