- Kolase tvOnenews.com / Tangkapan layar Youtube R66 Sports / AFC
Coach Justin Blak‑blakan: Shin Tae‑yong Tidak akan Kembali ke Timnas Indonesia
Setelah seluruh pertandingan Timnas Indonesia selesai di bulan September, terutama setelah Garuda Muda gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Shin Tae-yong kembali menjadi sorotan usai namanya diteriakkan dan menggema di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Saat Timnas Indonesia U-23 harus menerima pil pahit tidak berhasil melanjutkan perjuangan ke putaran final Piala Asia U-23 2026.
Tak hanya di lapangan saja, sorakan dari penggemar garuda sampai menggema di media sosial.
Beberapa penggemar menginginkan agar Shin Tae-yong kembali menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Kalau dilihat dari video ini semua akrab, kok bisa dibilang masalah ruang ganti," ujar netizen.
"Kira-kira kalau kita demo menuntut STY kembali bisa gak?" komen netizen.
"Era STY latihannya aja selalu ditunggu-tunggu," ungkapnya.
"Apakah bisa dikembalikan seperti ini lagi," komen netizen.
Harapan para fans semakin tinggi, setelah Shin Tae-yong sebelumnya menyatakan kesediaannya untuk kembali melatih Timnas Indonesia.
"Saya enggak menutup kemungkinan, soalnya penggemar sepak bola Indonesia sudah kasih banyak hal ke saya. Jadi, saya mungkin kembali kalau ada kesempatan," ungkapnya dilansir dari kanal Youtube JekPot.
Shin Tae-yong Mustahil Kembali Ke Timnas Indonesia?
Di sisi lain, analis senior Coach Justin dengan tegas menyatakan bahwa Shin Tae-yong tidak akan kembali melatih Timnas Indonesia.
"Forget it, STY nggak akan balik, i guarantee you, dan dia udah Ulsan kan, tiga match dua kali kalah but it's okay," jelas Coach Justin.
Coach Justin berpendapat bahwa selagi Erick Thohir menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, tidak akan ada kemungkinan bagi Shin Tae-yong untuk kembali sebagai pelatih Timnas Indonesia.
{{imageId:323097}}
"Gua bilang tidak akan balik, selama ada Erick Thohir, nggak akan balik. Iya dong, nggak make sense juga balikin, dia (Erick Thohir) yang mulai dengan proyek ini," ujarnya.
"Direncanakan, yang terakhir bergabung adalah Direktur Teknik, dari Belanda juga, sampai Simon Tahamata datang, saya tidak menyangka," tambahnya.
Pandit senior menyatakan bahwa semua keputusan ini sudah dipertimbangkan secara mendalam untuk jangka panjang Timnas Indonesia, termasuk mendatangkan tidak hanya pemain keturunan Belanda, tetapi juga jajara staf pelatih dari Belanda.
"Dipikirin, prosesnya itu benar-benar trayeknya, yang pelatih lokal itu kan cuma U-17, Coach Nova Arianto, lainnya tim U-22 Belanda semua," pungkasnya.