news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia melawan Bahrain..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

FIFA Beri Kabar Baik untuk PSSI Usai Jatuhkan Sanksi Berat Buntut Ulah Suporter Timnas Indonesia saat Melawan Bahrain

FIFA resmi beri hukuman kepada PSSI, buntut dari salah satu peristiwa yang terjadi dalam laga Timnas Indonesia melawan Bahrain di Jakarta pada 25 Maret 2025.
Minggu, 11 Mei 2025 - 15:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA resmi memberikan hukuman kepada federasi sepak bola Indonesia atau PSSI, buntut dari salah satu peristiwa yang terjadi dalam laga Timnas Indonesia melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 25 Maret 2025 lalu.

Adapun pertandingan yang dimenangkan Timnas Indonesia dengan skor 1-0 itu merupakan laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

FIFA memberikan hukuman kepada PSSI imbas perilaku diskriminatif suporter Timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut.

Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan, PSSI harus menerima hukuman denda dan pengurangan jumlah penonton akibat pelanggaran tersebut.

Dalam keputusan FIFA, lanjut Arya, PSSI harus bertanggung jawab atas perbuatan suporter Timnas Indonesia itu.

"Keputusan FIFA, PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia lawan Bahrain yang dimainkan 25 Maret 2025. Di sana FIFA juga kirim laporan, jadi ada monitoring sistem mereka anti-diskriminasi, sebagai laporan mereka," kata Arya dalam keterangannya, Minggu (11/5).


Suporter Timnas Indonesia. (Foto: tvOnenews.com/Taufik Hidayat)

Selain itu, dalam laporan FIFA tersebut, dijelaskan kronologi kejadian. Kemudian, FIFA juga menyebutkan suporter Timnas Indonesia yang paling aktif berada di tribun Utara dan Selatan pada pertandingan itu.

"Berdasarkan laporan tersebut, FIFA menyatakan suporter Indonesia paling aktif di tribun utara dan selatan. Peristiwa terjadi di sektor 19, disebabkan suporter Indonesia pada menit ke-80 sekitar hampir 200 suporter tuan rumah teriakkan slogan xenophobia "Bahrain bla...bla...bla..."," ujarnya.

PSSI harus membayar denda hampir setengah miliar rupiah atau sekitar Rp400 juta dan juga harus mengurangi sekitar 15 persen dari kursi yang tersedia pada pertandingan kandang selanjutnya.

Kepada PSSI, FIFA menjelaskan bahwa pengurangan jumlah kursi harus diterapkan di belakang gawang bagian utara dan selatan. Namun, kabar baiknya, FIFA menawarkan alternatif lain agar 15 persen dari total jumlah kursi tersebut tetap dapat diisi oleh elemen suporter lain.

"FIFA juga berikan ruang alternatif boleh saja 15 persen itu diberikan tapi kepada komunitas anti-diskriminasi atau komunitas khusus, seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan. Dan mereka harus pasang spanduk anti-diskriminasi," ujar Arya.

"Sanksi ini adalah hal yang berat yang kita terima karena FIFA itu miliki prinsip kesetaraan, kemanusiaan, saling menghargai, dan menghormati," tambahnya.

Arya menambahkan, sanksi dari FIFA tersebut menjadi sebuah pembelajaran dan perlu adanya langkah-langkah literasi dan pendidikan kepada suporter agar tidak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan diskriminasi, seperti hate speech, ujaran kebencian, rasisme, xenophobia, dan lainnya.

"Jelas ini merugikan kita semua, tapi harus tanggung bersama-sama," katanya.

Turut diketahui bahwa hukuman itu selanjutnya akan diterapkan PSSI saat timnas Indonesia menjalani pertandingan kesembilan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga zona Asia menjamu timnas China di Stadion GBK, Jakarta pada 5 Juni pukul 20.45 WIB. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:22
03:15
03:14
03:12
01:38
03:43

Viral