- REUTERS/Phil Noble
Laga Gila di Old Trafford, Ruben Amorim Kecewa Manchester United Gagal Menang Meski Dominasi Bournemouth
tvOnenews.com - Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya hanya meraih hasil imbang saat menjamu Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris, Senin malam.
Menurut Amorim, Setan Merah seharusnya sudah mengamankan keunggulan besar sejak babak pertama.
Pertandingan di Old Trafford tersebut berlangsung dramatis dan berakhir dengan skor 4-4, dalam laga yang dinilai sebagai salah satu pertandingan klasik Liga Inggris.
Manchester United sempat unggul 1-0 dan 2-1 sebelum tertinggal 3-2 di awal babak kedua. Namun, mereka mampu bangkit dan berbalik memimpin 4-3 lewat gol Bruno Fernandes dan Matheus Cunha menjelang akhir laga.
- REUTERS/Phil Noble
Bournemouth menolak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-84 melalui Eli Junior Kroupi. Pada menit-menit akhir, kiper Manchester United, Senne Lammens, tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial yang memastikan timnya tetap membawa pulang satu poin.
Usai pertandingan, Amorim mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut.
"Ini benar-benar mengecewakan. Kami sangat kecewa. Pertandingan yang gila. Mungkin terlihat seperti kami kehilangan dua poin di babak kedua, tetapi saya pikir kami kehilangan poin itu di babak pertama," kata Amorim kepada BBC Sport.
Ia menilai dominasi timnya di babak pertama tidak dimaksimalkan dengan baik.
"Kami mendominasi dan menciptakan banyak peluang. Seharusnya kami mendapatkan hasil yang berbeda di babak pertama. Pada akhirnya kami pantas mendapatkan lebih. Itu adalah pertandingan yang menyenangkan bagi semua orang di rumah."
Pelatih asal Portugal itu juga menyinggung harapan para pendukung di Old Trafford.
"Orang-orang, terutama di Old Trafford, ingin menang tetapi mereka juga ingin terinspirasi melihat sebuah tim memainkan sepak bola yang bagus. Kami berhasil melakukannya dengan baik di momen-momen tertentu."
Meski puas dengan performa tim secara umum, ia menekankan pentingnya efektivitas penyelesaian akhir.
"Itu penampilan yang bagus, tetapi kita perlu lebih klinis karena kita menciptakan begitu banyak peluang."
Ruben Amorim turut memuji performa Lammens di bawah mistar gawang.
"Lammens bermain sangat baik. Ada peluang untuk kedua tim. Kami menciptakan lebih banyak peluang. Kami perlu menemukan cara untuk mengakhiri pertandingan karena ini sudah sering terjadi. Itu bagian dari prosesnya. Kami mencoba melakukan yang terbaik, tetapi terkadang itu tidak cukup."
Dalam wawancara terpisah dengan Sky Sports News, Amorim kembali menyoroti jalannya pertandingan.
"Itu adalah pertandingan yang menyenangkan bagi semua orang di rumah. Saya pikir kami memulai dengan sangat baik. Kami bermain bagus di babak pertama."
- Action Images via Reuters/Matthew Childs
Menurutnya, hasil pertandingan seharusnya berpihak pada Manchester United.
"Hasilnya seharusnya sangat berbeda. Dan kemudian, enam menit di babak kedua, mirip dengan Nottingham Forest, kami kehilangan konsentrasi, dan mereka mencetak dua gol."
Meski begitu, Amorim tetap melihat sisi positif dari laga Liga Inggris yang ia sebut “gila” tersebut.
"Tapi kami berhasil kembali ke permainan, kami mencetak dua gol lagi, dan kemudian kami harus menyelesaikan pertandingan. Hanya lemparan ke dalam saat kami menguasai bola, kami harus menutup ruang dan berpikir untuk tidak kebobolan lagi, tetap tenang dan menyelesaikan pertandingan."
Ia juga mengapresiasi semangat juang para pemainnya hingga menit akhir.
"Saya melihat upaya para pemain, saya melihat upaya lini pertahanan, dan di akhir pertandingan, skor menjadi 4-3, saya merasa kami akan terus berjuang dan mencetak gol lagi. Kami berusaha, tetapi pada akhirnya hasilnya imbang."
Amorim menegaskan masih banyak hal yang perlu diperbaiki oleh timnya.
"Banyak hal baik, tetapi banyak hal yang perlu diperbaiki. Terkadang kita tidak memenangkan pertandingan karena detail-detail kecil. Bukan karena formasi pertahanan kita empat, tiga, atau lima pemain belakang."
Ia menutup dengan menekankan pentingnya memahami momentum permainan dan ketajaman di depan gawang.
"Yang perlu kita perhatikan adalah detailnya, memahami momentum permainan, dan kita harus lebih klinis. Sekali lagi, hari ini melawan tim yang sangat bagus, kami menciptakan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan, dan seharusnya kami bisa meraih tiga poin."
Hasil imbang tersebut membuat Manchester United naik ke posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris, tertinggal dua poin dari Chelsea di peringkat keempat, menjelang laga tandang melawan Aston Villa pada Minggu mendatang. (ind)