- ANTARA
Akhirnya Mengaku! Polri Menyebutkan Ada Gas Air Mata Kedaluwarsa yang Dipakai dalam Tragedi Kanjuruhan Tapi Belum Diketahui Jumlahnya
Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan penyidik masih melakukan penyidikan terkait dugaan tersebut.
"Tim masih bekerja. Jika ada perkembangan, nanti akan diinformasikan," kata Kombes Nurul Azizah seusai dihubungi, Selasa (11/10/2022).
Kombes Nurul menjelaskan pihaknya akan bekerja maksimal mengungkap tragedi Kanjuruhan sebagaimana perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Meski demikian, dia mengaku belum dapat merinci terkait dugaan adanya mobiliasi aparat yang mengawal keamanan pertandingan derbi Jatim teraebut.
"Komitmen Kapolri untuk usut tuntas kasus tersebut," tegasnya.
Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan mengakibatkan 131 orang meninggal dunia dan 583 orang luka-luka.
Tragedi itu disebut bermula saat aparat melontarkan gas air mata untuk menghalau massa yang ricuh di lapangan seusai laga Arema FC menjamu Persebaya Surabaya. (skd/lpk/ebs/lsn)