- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Pesan Prabowo di Tengah Konflik Timur Tengah, Muzani: Perbedaan Pandangan Jangan Rusak Kekompakan Bangsa
Jakarta, tvOnenews.com — Memanasnya konflik geopolitik di kawasan Teluk setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada stabilitas global.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan khusus kepada seluruh rakyat Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh perbedaan pandangan.
Pesan itu disampaikan Presiden melalui Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai rapat bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurut Muzani, Presiden menilai dinamika global yang memanas berpotensi memicu perbedaan sikap di tengah masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.
Dalam situasi seperti ini, Presiden mengingatkan bahwa persatuan nasional harus menjadi prioritas utama agar Indonesia tidak terseret dalam polarisasi yang bisa merusak harmoni sosial.
“Pesan khusus dari Presiden supaya kita semua bangsa Indonesia menjaga persatuan, menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan, karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir, menurut cara pandang masing-masing, dan itu berpotensi untuk merusak keharmonisan kita, keakraban kita dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Muzani, dikutip Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Prabowo berulang kali mengingatkan bahwa setiap langkah dan kebijakan pemerintah diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
“Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi untuk bangsa dan negara, demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan, demi NKRI, dan demi keutuhan Republik Indonesia. Itu juga yang disampaikan beliau (Presiden Prabowo) tadi malam di dalam kesempatan berdiskusi dengan para pemimpin bangsa,” kata Muzani.
Pesan tersebut disampaikan Presiden dalam sebuah diskusi kebangsaan yang digelar di Istana Merdeka pada Selasa malam (3/3/2026).
Forum itu mempertemukan sejumlah tokoh penting lintas generasi kepemimpinan nasional untuk membahas perkembangan situasi global yang semakin dinamis.
Sejumlah tokoh negara hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.
Selain para mantan pemimpin nasional, pertemuan tersebut juga dihadiri mantan menteri luar negeri, pimpinan partai politik, pejabat negara, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Menurut Muzani, diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban meskipun topik yang dibahas menyangkut perkembangan geopolitik dunia yang serius.
“Pertemuan tadi malam saya kira menggambarkan pertemuan yang berjalan sangat akrab, sangat kekeluargaan, sesekali guyon, sesekali ada guyon-guyon, dan suasananya bagus sekali. Presiden menjelaskan detail persoalan yang Beliau pahami, yang Beliau ketahui tentang perkembangan global,” kata Muzani.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah memperkuat komunikasi dengan para tokoh nasional guna menjaga soliditas bangsa di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Dalam situasi dunia yang semakin kompleks, persatuan dalam negeri dinilai menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk tetap stabil dan kuat. (agr/ree)