- Istimewa
Langkah Pemerintah Upaya Percepatan Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Tuai Respons Positif
Sementara itu, di Sumatera Utara masih terdapat 850 orang di tenda pengungsian di Tapanuli Tengah. Di Aceh, terdapat 12.144 warga yang masih berada di tenda, dengan jumlah terbanyak di Aceh Utara.
Meski tren pengungsi menurun, upaya pemulihan infrastruktur masih terus dikebut. Beberapa daerah masih membutuhkan perhatian khusus.
Di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara, tumpukan kayu pascabanjir masih mengganggu akses jalan. Sedimentasi sungai juga menghambat fungsi normal aliran air.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam pemulihan bencana yang dinilainya menunjukkan progres positif.
Menurut Trubus, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan koordinasi dan orkestrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pak Tito mampu mengorkestrasi pemerintah daerah untuk melakukan percepatan dalam pelayanan bencana ini,” ujar Trubus.
Ia menilai peran Tito sebagai Kasatgas sekaligus Mendagri memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Saya lihat peran pemerintah pusat yang justru Kasatgas sekaligus Mendagri ini mampu mengkomunikasi, mengkoordinasi, maupun mengkolaborasi berbagai persoalan pasca bencana itu,” bebernya.
Di sisi lain, Trubus menekankan pentingnya optimalisasi teknologi informasi dalam pelayanan kebencanaan.
“Kalau yang paling mendasar adalah perlunya teknologi, pemanfaatan teknologi IT. Jadi misalnya untuk pelayanan bencana buat aplikasi. Nah, maksudnya bikin aplikasi-aplikasi yang mempercepat pelayanan,” kata Trubus.
“Jadi perangkat daerah itu dikasih perangkat, kepala desa, camat, lurah itu dikasih alat sendiri. Kayak HP sendiri, tapi itu sifatnya isinya hanya ini, hanya aplikasi itu, khusus proses laporan penanganan pasca bencana itu,” pungkasnya.(ant/raa)