news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

Mendikdasmen Gelontorkan Rp2,7 Triliun untuk Pemulihan Pendidikan Terdampak Bencana Sumatera

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di tiga provinsi terdampak bencana sudah berjalan 100 persen.
Rabu, 18 Februari 2026 - 18:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di tiga provinsi terdampak bencana sudah berjalan 100 persen.

Namun, ia mengakui prosesnya belum sepenuhnya normal.

“Kami sampaikan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Sebagian masih belajar di tenda atau di kelas darurat dan sebagian menumpang di sekolah lain,” ujar Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Ia merinci, saat ini masih ada 99 sekolah yang belajar di tenda atau kelas darurat. Selain itu, 22 sekolah masih menumpang karena bangunannya hanyut dan harus direlokasi.

“Proses pembelajaran belum sepenuhnya ideal, sebagian masih menggunakan shift pagi atau siang dan belum tersedia meja kursi secara keseluruhan, sebagian masih belajar di lantai,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menggelontorkan anggaran besar. Abdul Mu'ti mengatakan, bantuan khusus bagi guru terdampak bencana mencapai Rp220,5 miliar untuk 36.074 guru dan tenaga kependidikan (GTK), masing-masing menerima Rp2 juta per bulan selama tiga bulan.

“Penyaluran bantuan khusus bagi guru terdampak bencana sebesar Rp220,5 miliar bagi 36.074 guru dari tingkat kependidikan, jumlahnya 2 juta per GTK per bulan selama 3 bulan,” jelasnya.

Selain itu, aneka tunjangan guru di wilayah bencana dengan total Rp508,9 miliar tetap disalurkan tanpa mempersyaratkan beban mengajar.

Bantuan operasional satuan pendidikan juga telah tersalur ke 29.000 sekolah di kabupaten terdampak dengan nilai Rp1,98 triliun dan diberikan fleksibilitas penggunaan.

Sementara dari sisi kerusakan, di Aceh tercatat 3.073 sekolah terdampak, dengan 188 rusak berat dan 63 harus direlokasi.

Di Sumatera Barat, 13 sekolah rusak berat dan 15 harus relokasi. Sedangkan di Sumatera Utara, 84 sekolah rusak berat dan 5 harus direlokasi.

Meski anggaran triliunan rupiah telah digelontorkan dan kurikulum darurat diterapkan, kondisi belajar di lapangan masih jauh dari ideal.

Pemerintah memastikan sekolah tetap berjalan, namun pemulihan sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan.(rpi/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral