- Antara
DPR Nilai Beban Kerja Kemensetneg Besar, Edukasi Sejarah Istana Negara Perlu Dialihkan ke Kementerian Lain
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Anwar Sadad, menyoroti beratnya beban Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam mengelola aset negara, khususnya Istana Kepresidenan.
Menurutnya, menjaga bangunan bersejarah di tengah tuntutan modernisasi bukan perkara ringan.
Restorasi harus dilakukan tanpa menghilangkan nilai asli bangunan, sementara kebutuhan fasilitas modern terus berkembang.
Karena itu, Anwar mengusulkan agar fungsi edukasi sejarah di lingkungan istana tidak lagi dibebankan kepada Kemensetneg.
"Urusan istana menjadi tempat pembelajaran buat anak-anak kita agar mereka aware sejarah bangsanya, menurut saya bukan lagi dibebankan kepada Setneg. Itu bisa menjadi tugas Kementerian Kebudayaan, atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," ucapnya, Kamis (12/2/2026).
Politisi Fraksi Gerindra itu menilai Setneg sudah bekerja baik menjaga fisik istana tetap kokoh.
Karena itu, menurutnya, jangan sampai lembaga tersebut dibebani tugas tambahan di luar fungsi utamanya.
Ia juga mendorong sinergi dengan kementerian lain hingga kampus untuk memperkuat fungsi edukasi sejarah di istana.
"Sinergi dan kolaborasi juga bisa dengan kampus. Seperti kata Bung Karno, 'warisi apinya, bukan abunya'. Kejayaan bangsa ini harus terus digaungkan, biar kolaborasi terjadi secara alami dengan kementerian lain," tambahnya.
Anwar juga menyinggung karakter tiap istana yang berbeda. Istana Bogor, kata dia, memiliki kekuatan nuansa botani. Istana Tampaksiring Bali sarat nuansa mistikal dan budaya.
Sementara, Istana Yogyakarta sangat kental dengan nilai historis sebagai saksi perjalanan Republik Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa aset di dalam istana seperti lukisan-lukisan bersejarah merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai.
Ia mengibaratkan, seperti dalam film-film Hollywood, benda seni bernilai tinggi selalu menjadi incaran, sehingga Setneg harus didukung anggaran memadai untuk merekrut kurator dan tenaga ahli restorasi kelas dunia demi menjaga aset bangsa tersebut. (rpi/dpi)