news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Isi surat ditulis siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT..
Sumber :
  • Istimewa

KPAI Ungkap Dugaan Pungutan Rp1 Juta di Sekolah Siswa NTT yang Akhiri Hidup

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan temuan awal terkait kasus tragis siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri.
Jumat, 6 Februari 2026 - 21:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan temuan awal terkait kasus tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang nekat mengakhiri hidupnya. 

Pihak sekolah tempat korban menimba ilmu diduga menarik sumbangan sebesar Rp1 juta kepada setiap murid.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, menjelaskan bahwa uang tersebut diklaim sebagai hasil kesepakatan antara pihak sekolah dengan komite.

"Memang ada sumbangan yang senilai Rp1 juta dan itu adalah sumbangan yang disepakati oleh sekolah dan komite. Uang ini uang komite," ujar Diyah saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/2).

Selain besaran sumbangan yang dinilai memberatkan, muncul dugaan bahwa pihak sekolah juga mengumumkan nama-nama siswa yang belum melunasi iuran tersebut. Praktik ini disinyalir memberikan tekanan psikologis kepada siswa yang bersangkutan.

KPAI pun mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk turun tangan melakukan verifikasi langsung atas informasi ini.

"Meskipun informasi dari sekolah tidak ada pembicaraan (sumbangan) di depan anak, kami meminta Kemendikdasmen untuk mengecek kebenaran itu. Kami juga minta konfirmasi kepada orang tua karena pihak orang tua menyampaikan bahwa ada pengumuman siapa anak yang belum membayar," tegas Diyah Puspitarini.

Peristiwa pilu ini menimpa YBR (10), bocah kelas 4 SD di Kabupaten Ngada, yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1). Sebelum kejadian, korban diketahui meninggalkan sebuah surat yang ditujukan untuk ibundanya.

Kehidupan YBR sendiri diketahui penuh dengan keterbatasan. Sehari-hari, ia tinggal bersama neneknya yang sudah lansia. 

Sementara itu, sang ibu, MGT (47), tinggal di kampung berbeda bersama dua saudara korban lainnya. Dua kakak tiri korban sudah lama merantau ke Papua dan Kalimantan untuk bekerja.

Ibu YBR berjuang sebagai orang tua tunggal dalam menghidupi lima anaknya. Korban sendiri merupakan anak bungsu yang sejak lahir tidak pernah bertemu sosok ayah kandungnya, karena sang ayah pergi merantau saat korban masih dalam kandungan dan tidak pernah kembali hingga saat ini. (ant/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral