news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aparat kepolisian sedang berada di lokasi banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Tanjung Raya, Kabupaten Agam untuk melarang warga mendekati lokasi, Kamis (1/1)..
Sumber :
  • Antara

Dalam Sehari, Banjir Bandang Lima Kali Terjang Kawasan Maninjau Sumbar

Intensitas bencana di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meningkat drastis pada awal 2026. Kawasan Muaro Pisang Pasar Maninjau, dilaporkan dihantam banjir bandang sebanyak lima kali dalam satu hari, Kamis (1/1).
Kamis, 1 Januari 2026 - 20:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Intensitas bencana di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meningkat drastis pada awal tahun 2026. Kawasan Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, dilaporkan dihantam banjir bandang sebanyak lima kali dalam kurun waktu satu hari, Kamis (1/1).

Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, mengonfirmasi bahwa rentetan banjir bandang tersebut terjadi sejak pagi hingga sore hari. Air bah mulai menerjang secara beruntun sekitar pukul 12.00 WIB. 

Pemicunya adalah longsor susulan yang terjadi di area Kelok 28 dan Kelok 42.

"Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore," kata AKP Muzakar saat memberikan keterangan di Lubuk Basung.

Bencana ini membawa material berbahaya berupa lumpur pekat dan bebatuan besar yang mengalir deras menuju arah Simpang Maninjau atau kawasan pasar. 

Hal ini terjadi lantaran aliran alami Sungai Muaro Pisang sudah tertutup rapat oleh material tanah longsor, sehingga air mencari jalan lain.

"Ini mengingat Sungai Muaro Pisang tertimbun material tanah, sehingga mengalir ke lokasi lain ke arah Simpang Maninjau," jelasnya.

Dampak dari kejadian ini cukup serius, di mana sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat kemasukan material banjir. Guna menghindari jatuhnya korban jiwa, sebanyak 200 warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah, dengan jumlah sekitar 200 orang," ungkap Muzakar.

Pihak kepolisian juga mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat tetap siaga. Ancaman turunnya material dari perbukitan bisa terjadi kapan saja, bahkan saat cuaca sedang tidak turun hujan.

Terkait upaya pembersihan, alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membuka kembali akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi. 

Namun, pengerjaan dilakukan dengan sistem buka-tutup menyesuaikan kondisi keamanan di lapangan. Jika banjir bandang susulan datang, operasional alat berat akan dihentikan sementara demi keselamatan petugas.

Koordinasi antarwarga juga diperkuat melalui sistem peringatan dini manual. Masyarakat yang berada di wilayah hulu Sungai Muaro Pisang diminta segera memberikan informasi kepada warga di bawah jika melihat tanda-tanda longsor susulan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral