news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase Alvaro Kiano Nugroho..
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Biadab! Alex Iskandar Sebut Jasad Alvaro 'Bangkai Anjing' Hingga Disimpan 3 Hari Sebelum Dibuang

Jenazah Alvaro ternyata sempat disimpan selama tiga hari di rumah pelaku, Alex Islandar, yang juga ayah tiri korban.
Rabu, 26 November 2025 - 06:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Polisi mengungkap fakta baru di kasus tewasnya bocah Alvaro Kiano Nugroho (6). Jenazah Alvaro ternyata sempat disimpan selama tiga hari di rumah pelaku, Alex Islandar, yang juga ayah tiri korban.

Tubuh mungil Alvaro dibungkus plastik hitam dan ditempatkan di garasi sebelum akhirnya dibuang ke wilayah Tenjo. Hal itu diungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Aridan Satrio Utomo.

“Untuk hasil dari pemeriksaan kami berdasarkan keterangan dari tersangka, bahwa jenazah itu kejadian pada saat pembunuhan tanggal 6 Maret 2025 di rumah di daerah Tangerang,” ujar Ardian, dikutip Selasa, 25 November 2025.

Setelah membunuh Alvaro pada 6 Maret 2025, Alex tidak langsung menyingkirkan jasad putra tirinya itu. Ardian menjelaskan jenazah disembunyikan di garasi rumah pelaku, tersamarkan oleh posisi sebuah mobil berwarna silver.

“Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, 3 hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan, ada posisi mobil, mobil warna silver, itu di belakang garasi selama 3 hari di situ. Dan itu diakui oleh tersangka. Lalu, pada tanggal 9 Maret 2025, jenazah itu dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo,” kata Ardian.

Salah satu fakta yang turut diungkap penyidik adalah adanya peran saksi berinisial G, kerabat pelaku. G pernah diminta Alex mengambil plastik hitam yang ternyata berisi jenazah Alvaro. Namun kepada G, pelaku mengaku bungkusan itu hanya bangkai hewan.

“Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Mohon maaf. Bangkai anjing, gitu. Tapi dia nggak ngecek lagi,” tutur Ardian.

Ardian menegaskan, penemuan kerangka Alvaro di Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, merupakan hasil kombinasi keterangan saksi dan deteksi anjing pelacak.

“Berkat bantuan dan doa semua, dan dibantu oleh dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kapolsek Pesanggrahan, Ajun Komisaris Polisi Seala Syah Alam mengungkapkan, bocah hilang berusia 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Alvaro sebelumnya diketahui hilang di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, selama 8 bulan lamanya.

"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Seala kepada wartawan, Minggu, 23 November 2025.

Polres Metro Jakarta Selatan sejatinya telah menangkap satu pelaku terkait kematian Alvaro Kiano Nugroho (6). Adapun tersangkanya itu tak lain adalah ayah tirinya sendiri.

Ayah tiri Alvaro ini telah ditetapkan jadi tersangka, tapi pelaku ini tewas bunuh diri. Alex disebut meninggal bunuh diri di dalam ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, bukan didalam tahanan. Kejadiannya Minggu dini hari, 23 November 2025.

“Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling. Bukan di sel tahanan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Senin, 24 November 2025.

Sebelumnya diberitakan, Ibu Alvaro, Arumi menjelaskan detik-detik anaknya dinyatakan hilang. Mulanya, Alvaro izin untuk melaksanakan Salat Maghrib di masjid dekat rumahnya kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Iya, jadi kan itu waktu itu bulan puasa ya kak. Biasanya itu setiap menjelang maghrib dia tuh pasti pergi ke masjid dekat rumah. Gak terlalu jauh lah, tapi dia udah keluar dari sore," ujar Arumi kepada wartawan, Kamis, 17 April 2025.

Arumi lanjut menceritakan, selepas Salat Maghrib ternyata Alvaro tak kunjung pulang. Alhasil, ia mencari keberadaan Alvaro. Kendati begitu, teman Alvaro mengaku tak bersamanya sejak salat hingga selepas salat di masjid dekat rumahnya.

"Akhirnya di tanggal 7 Maret kita lapor ke Polsek Pesanggrahan, orang tuaku, baru diselidiki 7 Maret malamnya. Liat CCTV sekitar kebanyakan mati, yang hidup pun gak ada Alvaro disitu," kata Arumi.

Arumi bersama keluarganya juga sudah berupaya mencari keberadaan Alvaro di wilayah Jakarta. Bahkan, dia juga sempat ke wilayah Bekasi lantaran mendapat informasi anaknya ada disana.

"Sudah setiap hari sampai dibohongin. Orang juga pernah bilang katanya anaknya ada di Bekasi, kami ke Bekasi, ternyata sampai sana orangnya gak ada, gak muncul juga," kata Arumi.

Foe Peace Simbolon

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral