news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan tewas dengan wajah terlakban.
Sumber :
  • Istimewa

Satu per Satu Kejanggalan Kasus Kematian Diplomat Arya Daru Mulai Terungkap, Keluarga Kasih Petunjuk Emas Terbaru

Kejanggalan kasus kematian diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) masih misteri. Pihak keluarga membocorkan ada temuan baru dari hasil toksikologi ADP.
Senin, 18 Agustus 2025 - 14:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kejanggalan kasus kematian diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) masih tuai sorotan publik.

Publik merasa hasil laporan dari pihak Kepolisian belum sepenuhnya diungkap secara lengkap terkait motif kematian Arya Daru Pangayunan.

Dalam hasil konferensi pers di Polda Metro Jaya, Arya Daru Pangayunan tidak terindikasi menjadi korban tindak pidana.

Arya Daru diduga mengakhiri hidupnya sendiri, artinya terindikasi melakukan tindakan bunuh diri.

Namun begitu, pihak keluarga masih belum meyakini Arya Daru mengakhiri hidupnya secara cuma-cuma.

Diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Belakangan ini, sebuah percakapan dari pihak keluarga dan Content Creator Anjas Asmara memberikan petunjuk baru terkait kasus kematian Arya Daru.

Dipantau tvOnenews.com dari kanal YouTube Anjas Asmara, Senin (18/8/2025), Anjas menampilkan bukti percakapannya dengan keluarga Arya Daru.

Dalam percakapan tersebut, pihak keluarga Arya tidak bisa membantah ada luka lebam di tubuh diplomat muda Kemlu RI tersebut.

"Betul, memar-memarnya banyak," tulis keluarga Arya Daru dalam percakapan ditampilkan di YouTube Anjas Asmara.

Dokter Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Yoga Tohijiwa sebelumnya menyampaikan bahwa, Arya Daru punya luka memar di tubuhnya.

Yoga menyebutkan bahwa, hasil autopsi tersebut berdasarkan metode scientific crime investigation.

Terkait penyebab luka memar di lengan atas kanan, Arya Daru sempat ingin menaiki tembok saat berada di rooftop gedung Kemlu RI.

Akibatnya, tangan Arya mengalami luka memar karena posisi badannya naik lebih tinggi dari pagar.

Pagar di rooftop gedung Kemlu RI memiliki ukuran kurang lebih setinggi 150 cm.

Semua kegiatan di rooftop terekam melalui CCTV. Berdasarkan hasil dari laboratorium forensik, luka memar Arya dipastikan karena memanjat tembok.

Namun begitu, keluarga Arya Daru di Yogyakarta tidak puas sepenuhnya atas hasil tersebut.

"Kami sangat yakin adik saya tidak mengakhiri hidupnya sendiri mas," tutur keluarga Arya.

Kemudian, pihak keluarga juga memaparkan hasil periksa toksikologi dari proses autopsi selama tiga minggu.

Polisi tidak menemukan adanya racun, alkohol, hingga narkoba di dalam tubuh diplomat muda Kemlu RI tersebut.

"Dan ada hasil periksa toksikologi sampel organ almarhum. Otak (Paracetamol), empedu (Chlorpheniramine atau CTM)," jelasnya dalam percakapan tersebut.

Kemudian, hasil toksikologi tubuh Arya terutama bagian limpa, hati, lambung, dan darah mengandung CTM.

Sementara, bagian ginjal dan urin dalam tubuh Arya Daru mengandung Paracetamol dan CTM.

Dua jenis obat-obatan di dalam tubuh Arya Daru memicu keheranan dari keluarga.

Merujuk dari Hello Sehat, fungsi umum Paracetamol merupakan obat meredakan demam dan nyeri.

Adapun fungsi umum dari Chlorpheniramine atau CTM menjadi obat untuk meredakan gejala alergi.

Penyakit alergi bisa dipicu berbagai macam, seperti faktor obat-obatan, makanan, gigitan serangga, dan sebagainya.

"Padahal adek saya tidak punya riwayat alergi. Ibu kandung dan Pita juga bilang tidak punya alergi," katanya.

Kejanggalan pada hasil autopsi tersebut mengacu pada pengaruh obat CTM yang merebak di beberapa bagian tubuh Arya.

Efeknya sangat luar biasa bisa terjadi overdosis penitoin jika tercampur dengan jenis obat lain, apalagi kalau menyebar di sejumlah tubuh manusia.

Kejanggalan mengacu pada keterangan kapan waktu Arya Daru mengonsumsi obat CTM.

Arya Daru terakhir kali terekam beraktivitas di kamar indekos Guest House Gondia di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (7/7/2025), sekitar pukul 23.30 WIB.

Hal yang mengupas kejanggalan ini adalah rekaman CCTV, namun pada malam tersebut dianggap ada pergeseran rekaman yang kini masih misteri.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral