news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Nasib para pedagang setelah GRIB Jaya diusir dari lahan BMKG.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Merasa Ditipu GRIB Jaya, Para Pedagang di Lahan Sengketa BMKG Ini Beri Pengakuan di Depan Polisi, Katanya Anak Buah Hercules Itu...

Begini kisah para pedagang yang merasa ditipu oleh GRIB Jaya selama duduki lahan sengketa BMKG. Di hadapan polisi, mereka bercerita kelakuan anak buah Hercules.
Senin, 2 Juni 2025 - 05:40 WIB
Reporter:
Editor :

"Ditransfer ke Pak Yani. Saya enggak tahu sebagai apanya, ketua GRIB gitu," kata Darmaji.

Ia menjelaskan, biaya sewa yang dibayarkan ke Yani berjumlah Rp3 juta dan biaya listrik sebesar Rp500 ribu. Totalnya menjadi Rp3,5 juta dibayarkan setiap bulannya.

Darmaji mengaku dirinya tak pernah diberi penjelasan oleh Yani bahwa lahan itu masih sengketa dan bisa saja menjadi masalah ke depannya.

Saat tiba-tiba digusur, dirinya mengaku kebingungan dan baru mengetahui ada kasus di belakangnya.

"Saya baru tahu ini Pak, makanya saya bingung tadinya," kata dia lagi.

Adapun biaya parkir pelanggan yang datang, Darmaji menegaskan bahwa dirinya tak pernah melakukan pungutan.

Meski demikian, kemungkinan anggota GRIB Jaya lah pihak yang juga melakukan pungutan parkir.

Posko GRIB Jaya di lahan milik BMKG, Tangerang Selatan dirobohkan, Sabtu (24/5).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

 

"Saya enggak mungut (parkir) demi Allah. Mungkin GRIB-nya (yang mungut)," tegas dia.

Sementara itu, pedagang lainnya bernama Ina Wahyuningsih mengatakan dirinya membayar Rp22 juta kepada anak buah Hercules bernama Yani itu untuk mendirikan lapak jualan hewan kurban.

Ia pun sudah berada di daerah Pondok Betung selama puluhan tahun. Ketika melihat lahan kosong diduduki GRIB Jaya, ia pun meminta izin apakah bisa menempatkan hewan kurban miliknya.

"Kebetulan saya kan kenal-kenal sama anak-anak ormas ini dan saya lihat lahan ini kan ada ksong," katanya.

Setelah bertanya, ternyata GRIB Jaya mengizinkannya untuk menaruh hewan kurban. Mulanya anak buah Hercules meminta uang Rp25 juta sudah termasuk izin kepada aparat setempat.

Namun, setelah negosiasi mereka setuju untuk diberi bayaran Rp22 juta. 

Meski demikian, kini perjanjian-perjanjian itu harus berakhir. Beberapa lapak yang sudah didirikan warga harus digusur karena mereka mendirikannya di atas lahan sengketa. (iwh)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral