- Ist
Ini 9 Alasan Jokowi Pantas jadi Ketua Umum PSI
Masih menurut Darmizal sebagai landasan keempat, Jokowi menjadi rekonfigurasi melampaui politik identitas.
Politik Indonesia masih kental dengan politik identitas berbasis primordialisme. Jokowi, meski sering diasosiasikan dengan identitas Jawa dan basis dukungan nasionalis-religius moderat, telah menunjukkan kemampuan untuk bekerja melampaui sekat-sekat identitas.
"PSI dengan platformnya yang inklusif dapat memperkuat narasi politik berbasis solidaritas yang melampaui identitas sempit. Kolaborasi keduanya berpotensi merekonfigurasi politik identitas menjadi politik solidaritas yang lebih inklusif," jelas Darmizal.
Landasan kelima, Jokowi sebagai pragmatisme politik dengan basis moral. Pendekatan Jokowi dalam politik sering dikategorikan sebagai pragmatisme. Namun, pragmatisme ini tidak berarti tanpa prinsip, melainkan pragmatisme yang berpijak pada realitas kebutuhan masyarakat.
"PSI dengan visi politiknya yang mengedepankan transparansi dan anti-korupsi dapat memberikan dimensi moral dalam pragmatisme politik. Sintesis antara pragmatisme Jokowi dan idealisme PSI berpotensi menciptakan politik yang berorientasi hasil namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika," tegasnya.
Landasan keenam, masih dikatakan Darmizal, solidaritas sebagai basis kebijakan publik. Kebijakan publik yang efektif harus berakar pada pemahaman mendalam tentang kebutuhan rakyat. Jokowi, dengan pendekatannya yang "membumi", telah menunjukkan kemampuan untuk mendesain kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"PSI dapat menerjemahkan pendekatan ini menjadi platform kebijakan berbasis data yang komprehensif namun tetap memprioritaskan kelompok marjinal. Pendekatan kebijakan publik yang berakar pada solidaritas ini menjadi alternatif dari kebijakan yang cenderung elitis dan jauh dari realitas masyarakat," ungkapnya.
Landasan ke tujuh, dijelaskan Darmizal, Jokowi mendemokratisasi ruang ekonomi. Keadilan ekonomi adalah dimensi krusial dari solidaritas. Jokowi, dengan program-program infrastruktur dan ekonominya, telah berupaya menciptakan konektivitas ekonomi antar daerah dan pemerataan pembangunan.
"PSI dapat memperkuat agenda ini dengan mendorong demokratisasi ekonomi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda dan kelompok terpinggirkan. Kolaborasi keduanya berpotensi menciptakan model pembangunan ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan, kemanfaatan dan keberlanjutan," terangnya.
Sebagai landasan kedelapan, Jokowi sebagai politik berbasis komunitas. Solidaritas tumbuh subur dalam ekosistem komunitas yang kuat. Jokowi, dengan pengalamannya sebagai walikota dan gubernur, memahami pentingnya penguatan komunitas lokal.