- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Ditanya soal Jokowi Masuk Bursa Calon Ketum PSI, Budi Arie Lontarkan Jawaban Mengejutkan
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Presiden RI ke-7, Jokowi masuk bursa calon Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal ini membuat mata publik semakin menyorot ayah dari Wapres Gibran itu.
Bahkan, tak sedikit yang berkomentar soal itu, pengamat politik hingga elite politik melontarkan tanggapannya.
Kemudian, ketika awak media mempertanyakan itu kepada Ketua Umum Projo yang juga Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. Ia malah enggan menanggapi soal Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo yang disebut-sebut masuk bursa calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Budi Arie mengaku akan fokus pada tugasnya sebagai Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Demikian Budi Arie Setiadi menanggapi bursa calon Ketua Umum PSI yang dikaitkan-kaitkan dengan Jokowi, Jumat (16/5/2025).
“Saya Menteri Koperasi, fokus ngurus rakyat,” jawab Budi Arie.
Kemudian, saat disinggung Projo akan ikut bergabung apabila Jokowi masuk PSI.
Budi Arie menagatakan, “Nggak lah, biarin Jokowi memikirkan takdir sejarahnya.”
“Terserah beliau aja deh. Saya fokus ngurus koperasi merah putih,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemilihan Ketum PSI kini kian ramai diperbincangkan di tengah-tengah publik, bahkan elite politik. Pasalnya, nama Presiden RI ke-7, Jokowi masuk dalam bursa calon Ketum PSI.
Bahkan, Jokowi secara gamblang menyebutkan dirinya tidak ingin kalah di pemilihan Ketum PSI.
Oleh sebab itu, ia mengaku tengah mengkalkulasi peluang dirinya menang jika mendaftar sebagai kandidat ketum PSI.
"Iya masih masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau saya mendaftar nanti saya kalah," ungkap Jokowi ditanya mengenai peluang menjadi ketua umum PSI, Rabu (14/5/2025).
Selain itu, Ayah dari Ketum PSI, Kaesang itu, akui, bahwa dirinya sampai saat ini belum ikut pendaftaran sebagai calon ketua umum PSI. Dia mengatakan, untuk pemilihan ketua umum masih panjang.
"Belum (mendaftar) kan masih panjang. Sampai juli. Seingat saya, seingat saya masih Juni atau Juli," bebernya.
Disinggung mengenai peluang berhadapan langsung dengan putra bungsunya yakni Kaesang Pangarep, Jokowi cukup percaya diri. Andaikan dirinya benar mendaftar maka maka yang lain akan mundur.