- Kolase tvOnenews.com
Orang Kepercayaan Hercules Terang-terangan Bongkar Awal Mula GRIB Jaya Dibentuk: Kami itu..
tvOnenews.com – Sosok Hercules dan organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya belakangan tengah menjadi sorotan publik.
Banyak pihak mulai melayangkan tudingan miring, termasuk menyebut GRIB Jaya sebagai organisasi premanisme.
Di tengah kisruh tersebut, Sekjen GRIB Jaya, Zulfikar, akhirnya angkat bicara.
- YouTube
Melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi GRIB Jaya, Zulfikar menyampaikan pernyataan tegas untuk meluruskan sejumlah tudingan miring yang dilayangkan pada Hercules maupun ormas bentukannya, GRIB Jaya.
Zulfikar menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini.
Ia menilai bahwa ada pihak-pihak yang sengaja mencari panggung dengan menyebarkan narasi negatif.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas keramaian akhir-akhir ini. Kami sudah jelaskan, kami tidak seperti apa yang di framing. Buat yang cari-cari panggung, memfitnah dan menuduh GRIB premanisme, Hercules preman, kalau kamu punya bukti bawa ke kantor polisi. Laporkan, jangan bilang di TikTok, bawa ke kantor polisi,” tegas Zulfikar.
- Kolase
Dalam pernyataannya, Zulfikar juga memaparkan bahwa GRIB Jaya dibentuk bukan untuk menimbulkan keresahan.
Ia menyebut, GRIB Jaya dibentuk awalnya sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo Subianto serta wadah untuk membela masyarakat yang selama ini merasa tak mendapat perlindungan.
“Dengan dibentuknya GRIB oleh Hercules, kami dibentuk itu dari awal mulanya untuk mendukung Pak Prabowo Subianto. Banyak hari ini warga yang terzalimi, yang mereka ke mana-mana itu tidak ada yang bela. Inilah fungsi ormas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa GRIB Jaya menjunjung prinsip membela rakyat, bukan sebaliknya.
“Kami tidak pernah berada di posisi orang-orang yang menzalimi. Itu sudah harga mati dan itu pesan ketua umum kami. Bela masyarakat yang terzalimi. Itu pesan ketua umum kami. Itu jelas,” lanjutnya.
Meskipun saat ini GRIB Jaya tengah menjadi sorotan, Zulfikar melihat hal ini sebagai momen untuk memperkuat organisasi.
Menurutnya, situasi ini akan menjadi pelajaran yang berharga ke depannya.
“Ada yang terjadi sama kami akan menjadi pelajaran bagi kami. Kami tidak takut, kami semakin bertekad, semakin belajar hingga semakin kuat ke depannya,” ujarnya.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Namun demikian, Zulfikar juga mengakui bahwa ada oknum-oknum yang menyalahgunakan nama dan atribut organisasi demi kepentingan pribadi, termasuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Kami akui, kami sedang benahi diri. Masih ada oknum yang memanfaatkan ormas kami dan baju kami untuk melakukan tindakan melanggar hukum. Itu kita akui,” jelasnya.
Meski begitu, Zulfikar memastikan bahwa tindakan menyimpang tersebut hanya dilakukan oleh segelintir pihak dan tidak mencerminkan GRIB Jaya secara keseluruhan.
Bahkan, menurutnya, jumlah pelanggaran yang terjadi di organisasinya relatif lebih sedikit dibanding ormas lain.
“Jika itu ada (premanisme) itu semua akan kami pecat. Kami minta warga, siapapun, pengusaha, jika kedapatan ada organisasi yang melakukan hal demikian, laporkan ke polisi. Kami mohon ke polisi dan penegak hukum jangan ragu-ragu tangkap mereka,” tegasnya.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penegakan hukum yang adil tanpa tebang pilih.
Menurutnya, siapa pun pelakunya, tetap harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Tangkap. Sekalipun dia polisi tangkap. Itu amanah undang-undang. Tidak ada yang kebal hukum. Semua sama di mata hukum,” tegasnya.
(hnf)