news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Robohnya Kerajaan Judi Oline, Apa sekadar Mimpi Belaka? Ini Deretan Fakta Dampak Mengerikan Judol.
Sumber :
  • istimewa

Merobohkan Kerajaan Judi Online, Apa sekadar Gincu? Berikut Deretan Fakta Dampak Mengerikan Judol

Maraknya judi online tak hanya di perkotaan, melainkan sudah memasuki ruang lingkup desa. Lebih mengerikannya lagi, dampak Judol menyasar anak-anak 10 tahun.
Minggu, 21 Juli 2024 - 00:19 WIB
Reporter:
Editor :

Tak hanya sekadar transaksi Judol saja, dalam kasus ini, tim tvOnenews.com juga merangkum sebagian dampak mengerikan Judol di Indonesia, yang kian hari menimbulkan korban baru. 

- Dampak Mengerikan Judi Online (Judol)

Dampak mengerikan Judol ini tak hanya menyasar orang dewasa, namun generasi emas Indonesia juga.

Dalam catatan tvOnenews.com, Satgas Pemberantasan Judi Online mendeteksi sebanyak 2 persen atau 80 ribu anak usia di bawah 10 tahun menjadi pelaku judi. Anak-anak tersebut berstatus pelajar.

“Perlu ada kerja sama dengan instansi terkait untuk memblokir akses ke situs-situs judi online di lingkungan sekolah,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina saat dihubungi, Selasa (2/7).

Ia prihatin, banyak anak yang terjerumus judi online. Padahal, seharusnya anak seusia itu berada dalam lingkungan pendidikan yang positif.

“Fakta bahwa anak-anak di bawah usia 10 tahun sudah terlibat dalam judi online, menunjukkan adanya celah besar dalam pengawasan dan edukasi,” ungkap Elva.

Selain itu, tidak hanya kepada anak-anak generasi emas Indonesia saja. Namun, virus judol ini juga menyasar TNI dan Polri.

Di mana dalam catatan tim tvOnenews.com, tak sedikit anggota Polri dan TNI menjadi korban judi online (Judol). 

Satu di antaranya, Polwan Cantik Briptu FN (28) yang nekat membakar suaminya sendiri yang sesama anggota Polri, yaitu Briptu RDW (27)  hingga tewas.

Korban tewas mengenaskan dibakar oleh istrinya di Asrama Polisi Mojokerto pada Sabtu, 8 Juni 2024. Setelah diusut, motif Briptu FN membakar Briptu RDW hingga tewas rupaya dipicu kegemaran korban yang sering bermain judi online.

Kemudian, pada 4 Juni 2024, seorang prajurit TNI AD berinisial Prada PS ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar OB Rumah Sakit Lapangan Yonkes 1/YKH/1 Kostrad di Jalan Cimandala Raya, Kabupaten Bogor. 

Prada PS ditemukan tewas dalam kondisi leher terlilit kabel listrik. Belakangan dicurigai bahwa prajurit muda tersebut terjerat judi online.

Hal itu merujuk pada pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyinggung soal maraknya anak muda yang terlibat judi online saat ditanya soal kematian Prada PS. 

Berita Terkait

1 2
3
4 5 6 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
04:54
01:29
01:03
01:32
08:21

Viral